KENDAL,RadarBangsa.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal mewanti-wanti ancaman narkotika modern yang mulai menyasar generasi muda melalui media vape atau rokok elektrik. Meski belum ditemukan kasus vape mengandung narkotika di Kendal, BNN menyebut prekursor tembakau sintetis mulai terpantau.
Hal itu disampaikan Ketua Zona Integritas sekaligus Penggerak Swadaya Masyarakat dan Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kendal, Tri Wahyu Setianto, di Gedung DPRD Kendal, Jumat (22/5/2026).
Tri Wahyu mengatakan perkembangan narkotika saat ini semakin modern dengan tampilan menarik yang dinilai rawan memikat anak muda untuk mencoba.
“Kalau vape itu modern, kemudian rasa variannya juga beragam, berwarna, variasinya banyak sehingga bisa menarik minat generasi muda untuk ikut mencoba,” kata Tri Wahyu saat Sosialisasi Germas.
Ia menjelaskan, di sejumlah kota besar seperti Jakarta sudah ditemukan zat narkotika jenis etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan vape. Namun, di Kabupaten Kendal kondisi tersebut disebut belum ditemukan.
“Untuk Kabupaten Kendal Alhamdulillah belum masuk vape yang narkotika. Tetapi untuk bahan-bahannya atau prekursornya sudah mulai ada,” ujarnya.
Menurutnya, prekursor yang ditemukan di Kendal bukan etomidate, melainkan bahan kimia untuk pembuatan tembakau sintetis atau yang dikenal dengan istilah tembakau gorila.
“Tembakau gorila itu tembakau kering yang dicampur bahan kimia mengandung synthetic cannabinoid atau tembakau sintetis. Nah sekarang ada bentuk cairnya dan vape menjadi sarana baru untuk memasukkan bahan tersebut,” jelasnya.
BNN Kendal saat ini terus melakukan pengawasan dan langkah pencegahan agar peredaran narkotika modern tidak berkembang di wilayah Kendal, khususnya yang menyasar kalangan remaja dan pelajar.
Penulis : Rb
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar