BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menegaskan Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (BOSDa Madin) harus mendapat perhatian serius. Dana tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan agama sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan era digital.
Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Bangkalan masa khidmat 2025–2030 di Pendopo Agung Bangkalan, Minggu (19/4/2026).
Menurut Fauzan, pemerintah daerah tidak boleh main-main dalam pengelolaan maupun penyaluran BOSDa Madin. Sebab, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak, dan berkarakter.
“Pendidikan agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, beriman, bermoral, dan berkarakter,” ujar Fauzan.
Ia menilai madrasah diniyah bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng moral bagi anak-anak dan remaja. Di tengah derasnya arus globalisasi, penguatan nilai keimanan menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dampak negatif teknologi.
“Di era digitalisasi seperti saat ini, madrasah diniyah harus mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda,” tambahnya.
Bagi masyarakat, kebijakan penguatan BOSDa Madin berpotensi memberi dampak langsung. Dukungan anggaran yang tepat sasaran dapat membantu operasional lembaga, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas akses pendidikan agama bagi siswa di berbagai desa.
Fauzan juga mendorong sinergi antara FKDT, pemerintah daerah, dan masyarakat agar kualitas pendidikan diniyah terus meningkat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual warga.
Sementara itu, Ketua FKDT Bangkalan, Mahsus, menyatakan siap mengawal keberlangsungan program BOSDa Madin agar manfaatnya benar-benar dirasakan lembaga pendidikan dan para santri.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” pungkas Fauzan.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








