BOSDa Madin Jadi Sorotan, Wabup Bangkalan Minta Penyaluran Tepat Sasaran

- Redaksi

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far saat menghadiri pelantikan pengurus FKDT Bangkalan di Pendopo Agung, Minggu (19/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far saat menghadiri pelantikan pengurus FKDT Bangkalan di Pendopo Agung, Minggu (19/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menegaskan Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (BOSDa Madin) harus mendapat perhatian serius. Dana tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan agama sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan era digital.

Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Bangkalan masa khidmat 2025–2030 di Pendopo Agung Bangkalan, Minggu (19/4/2026).

Menurut Fauzan, pemerintah daerah tidak boleh main-main dalam pengelolaan maupun penyaluran BOSDa Madin. Sebab, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak, dan berkarakter.

“Pendidikan agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, beriman, bermoral, dan berkarakter,” ujar Fauzan.

Ia menilai madrasah diniyah bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng moral bagi anak-anak dan remaja. Di tengah derasnya arus globalisasi, penguatan nilai keimanan menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda tidak mudah terpengaruh dampak negatif teknologi.

“Di era digitalisasi seperti saat ini, madrasah diniyah harus mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda,” tambahnya.

Bagi masyarakat, kebijakan penguatan BOSDa Madin berpotensi memberi dampak langsung. Dukungan anggaran yang tepat sasaran dapat membantu operasional lembaga, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas akses pendidikan agama bagi siswa di berbagai desa.

Fauzan juga mendorong sinergi antara FKDT, pemerintah daerah, dan masyarakat agar kualitas pendidikan diniyah terus meningkat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual warga.

Sementara itu, Ketua FKDT Bangkalan, Mahsus, menyatakan siap mengawal keberlangsungan program BOSDa Madin agar manfaatnya benar-benar dirasakan lembaga pendidikan dan para santri.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” pungkas Fauzan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan
SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan
Hardiknas 2026 di SDN Sumberbendo Mantup Lamongan, Fokus Pendidikan Karakter
Kapolsek Tikung Hadiri Hardiknas 2026 di SDN Bakalanpule 2 Lamongan
Tim Korwil Mantup Lamongan Menggila Tembus Final Turnamen Pelajar

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:45 WIB

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:41 WIB

Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:34 WIB

Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:24 WIB

Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:15 WIB

SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan

Berita Terbaru