Bukan Sinetron, Ini Nyata! Ijonk Diduga Otak Jaringan Vape Ilegal Kelas Kakap – RadarBangsa Lamongan

Selasa, 6 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penangkapan artis Ijonk tersangka kasus penyelundupan vape etomidate oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Dok Istimewa)

Penangkapan artis Ijonk tersangka kasus penyelundupan vape etomidate oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Dok Istimewa)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Artis berinisial JF alias Ijonk resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan cartridge podberisi liquid vape yang mengandung etomidate, senyawa anestesi yang masuk kategori obat keras. Pria yang dikenal publik sebagai pesinetron itu diduga kuat menjadi otak di balik aksi penyelundupan yang melibatkan jaringan antarnegara.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald FC Sipayung, mengungkapkan bahwa JF bukan sekadar penyandang dana, tetapi juga bertindak sebagai pengendali utama dalam jaringan tersebut.

“JF yang membuat grup WhatsApp bernama Berangkat yang digunakan untuk berkoordinasi. Ia juga diduga sebagai inisiator seluruh proses penyelundupan, mulai dari pembelian hingga distribusi,” kata Ronald dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Penangkapan terhadap JF dilakukan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, setelah polisi melakukan pengembangan dari tiga tersangka sebelumnya, yaitu BTR (26), ER (34), dan EDS (37).

Awal pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan BTR, seorang kurir yang kedapatan membawa 100 cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia. Ia diamankan saat berada di atas kapal KM Labobar di Pelabuhan Makassar, Jumat (14/4/2025) dini hari.

Penyidikan berlanjut dengan penangkapan ER, yang disebut sebagai pihak yang memerintahkan BTR mengambil barang haram tersebut. Pada hari yang sama, aparat juga menangkap EDS di Jakarta Selatan. Dari apartemen EDS, polisi menyita 40 *cartridge* serupa. EDS diketahui baru saja kembali dari Thailand dan tergabung dalam grup WhatsApp yang sama dengan para tersangka lainnya.

“Fakta-fakta ini terungkap dari hasil penyisiran bukti digital yang ditemukan di perangkat para pelaku,” jelas Ronald.

Atas perbuatannya, JF dan para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan terkait penyelundupan dan peredaran zat berbahaya tanpa izin.

Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan ini, termasuk asal-usul pasokan etomidate yang diketahui tidak untuk konsumsi umum, apalagi digunakan dalam bentuk vape.

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru