Bulog Jember Serap 183 Ribu Ton Gabah, Target Tembus 113 Persen

Senin, 19 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Ade Saputra, menyampaikan komitmen Bulog untuk terus menyerap gabah petani hingga akhir 2026 meski target penyerapan telah terlampaui. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Ade Saputra, menyampaikan komitmen Bulog untuk terus menyerap gabah petani hingga akhir 2026 meski target penyerapan telah terlampaui. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Jember tetap menyerap gabah petani hingga akhir 2026 meski realisasi penyerapan telah mencapai 113 persen dari target tahunan. Hingga pertengahan Oktober, jumlah gabah yang diserap mencapai 183.000 ton, melampaui target awal sebesar 167.000 ton.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Ade Saputra, menegaskan bahwa tercapainya target tidak membuat pihaknya menghentikan pembelian gabah. Bulog tetap membuka penyerapan, terutama ketika harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan.

“Meskipun target sudah tercapai sejak pertengahan tahun, Bulog masih tetap melakukan serapan sampai akhir tahun. Kita tetap membuka peluang untuk menyerap gabah petani, khususnya ketika harga di lapangan mulai turun, sehingga kita beli dengan standar HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” tegas Ade saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Realisasi 183.000 ton gabah tersebut setara dengan 98.000 ton beras. Sementara itu, target awal 2026 ditetapkan sebesar 167.000 ton gabah atau setara 84.000 ton beras.

Ade menjelaskan, harga pembelian gabah di tingkat petani saat ini rata-rata berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Penyerapan secara berkelanjutan diharapkan memberi kepastian harga bagi petani, terutama di tengah tantangan cuaca dan ancaman fenomena El Nino.

“Kekuatan pangan Indonesia itu lahir dari keringat dan jerih payah para petani. Karena itu, menjaga kepastian harga panen mereka adalah bentuk dukungan nyata kita demi mewujudkan swasembada pangan,” tambahnya.

Selain menyerap gabah, Bulog Jember juga menjalankan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Dalam bahan yang disampaikan, harga beras SPHP disebut sebesar Rp12.500 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Memasuki triwulan terakhir 2026, Bulog Jember juga mulai menyiapkan langkah awal untuk menghadapi target dan skema penyerapan gabah pada 2027.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Segel Udang Dicabut, Operasional Perusahaan di Pasuruan Pulih
Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Aceh, Transaksi Tembus Rp1,218 Triliun
Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP Lamongan
JNE Surabaya Gelar Gathering, Heaven Scent Tembus 50 Toko
Pasar Murah Khofifah di Sumenep Tawarkan Sembako Terjangkau
KKMP Pakistaji Raup Omzet Rp63,5 Juta per Siklus, Pemuda Probolinggo Didorong Budidaya Ikan
Mangga Alpukat Pasuruan Panen Raya, Harga Grade A Rp30 Ribu per Kg
JNE Jadi Mitra Logistik PRJ Surabaya 2026, Tebar Voucher Belanja Rp25 Ribu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:14

Segel Udang Dicabut, Operasional Perusahaan di Pasuruan Pulih

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:26

Bulog Jember Serap 183 Ribu Ton Gabah, Target Tembus 113 Persen

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:10

Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Aceh, Transaksi Tembus Rp1,218 Triliun

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:16

Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP Lamongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:31

JNE Surabaya Gelar Gathering, Heaven Scent Tembus 50 Toko

Berita Terbaru