JEMBER, RadarBangsa.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Jember tetap menyerap gabah petani hingga akhir 2026 meski realisasi penyerapan telah mencapai 113 persen dari target tahunan. Hingga pertengahan Oktober, jumlah gabah yang diserap mencapai 183.000 ton, melampaui target awal sebesar 167.000 ton.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Ade Saputra, menegaskan bahwa tercapainya target tidak membuat pihaknya menghentikan pembelian gabah. Bulog tetap membuka penyerapan, terutama ketika harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan.
“Meskipun target sudah tercapai sejak pertengahan tahun, Bulog masih tetap melakukan serapan sampai akhir tahun. Kita tetap membuka peluang untuk menyerap gabah petani, khususnya ketika harga di lapangan mulai turun, sehingga kita beli dengan standar HPP (Harga Pembelian Pemerintah),” tegas Ade saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Realisasi 183.000 ton gabah tersebut setara dengan 98.000 ton beras. Sementara itu, target awal 2026 ditetapkan sebesar 167.000 ton gabah atau setara 84.000 ton beras.
Ade menjelaskan, harga pembelian gabah di tingkat petani saat ini rata-rata berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Penyerapan secara berkelanjutan diharapkan memberi kepastian harga bagi petani, terutama di tengah tantangan cuaca dan ancaman fenomena El Nino.
“Kekuatan pangan Indonesia itu lahir dari keringat dan jerih payah para petani. Karena itu, menjaga kepastian harga panen mereka adalah bentuk dukungan nyata kita demi mewujudkan swasembada pangan,” tambahnya.
Selain menyerap gabah, Bulog Jember juga menjalankan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Dalam bahan yang disampaikan, harga beras SPHP disebut sebesar Rp12.500 per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Memasuki triwulan terakhir 2026, Bulog Jember juga mulai menyiapkan langkah awal untuk menghadapi target dan skema penyerapan gabah pada 2027.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar