Bumiaji Kota Batu Dorong Solusi Sampah Berbasis Komunitas Berkelanjutan

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni (kiri), bersama Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi Golkar, Ilyas S.Sos., saat menghadiri pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kecamatan Bumiaji, Selasa (5/8/2025). (IST)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni (kiri), bersama Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi Golkar, Ilyas S.Sos., saat menghadiri pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kecamatan Bumiaji, Selasa (5/8/2025). (IST)

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id — Tantangan pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus menjadi perhatian. Pemerintah dan masyarakat kini mendorong pendekatan kolaboratif berbasis komunitas sebagai solusi berkelanjutan terhadap krisis sampah yang semakin kompleks.

Melalui dukungan Dana Pokok Pikiran (Pokir) dari anggota DPRD Kota Batu Fraksi Golkar, Ilyas, S.Sos, ratusan warga dari berbagai unsur diundang dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi pengelolaan sampah, yang digelar Selasa (5/8/2025) di salah satu hotel di Kota Batu.

Sebanyak 288 peserta hadir, terdiri dari ketua RT/RW, kelompok tani, KWT, Gapoktan, komunitas swadaya masyarakat (KSM), hingga pengelola TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni.

“Bumiaji merupakan sentra wisata dan kuliner yang memproduksi sampah dalam jumlah besar, belum termasuk limbah rumah tangga. Saat ini tercatat volume sampah mencapai 30 ton per hari,” ujar Ilyas kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif warga dalam menerapkan sistem pengelolaan yang efektif. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan ini agar tidak berhenti sebagai seremoni belaka, melainkan mendorong praktik nyata di lapangan.

“Kami ingin TPS3R tak sekadar dibangun, tapi dijalankan dengan serius, terstruktur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ilyas juga merujuk pada regulasi yang menjadi dasar hukum, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, hingga Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2021. Ia menilai, implementasi aturan tersebut di tingkat desa masih belum optimal.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menegaskan bahwa persoalan pengelolaan sampah kian mendesak, terlebih setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung dua tahun lalu.

“Pemerintah Kota Batu telah mengalokasikan dana rata-rata Rp500 juta per desa untuk mendukung pembangunan TPS3R di seluruh 19 desa di tiga kecamatan. Namun, pelaksanaannya belum seragam. Ada yang baru 50% selesai secara fisik,” jelas Dian.

Ia menyebut, capaian pengelolaan sampah di Kota Batu baru mencapai 22%, jauh dari target nasional 100% pada tahun 2029. Untuk itu, DLH akan memperkuat pendampingan terhadap pemerintah desa agar pembangunan sistem pengelolaan sampah bisa lebih terarah dan berkelanjutan.

“Permasalahan sampah tidak akan selesai tanpa keterlibatan semua pihak — dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lokal. Kami mengapresiasi inisiatif legislator seperti Pak Ilyas yang proaktif menggandeng warga,” pungkas Dian.

Lainnya:

Penulis : wanto

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru