Bupati Kendal Ajak Generasi Muda Lestarikan Wayang Kulit di Sedekah Desa Nolokerto

Kamis, 14 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang mudah diakses saat ini. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Sedekah Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Nolokerto menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi leluhur yang masih dijaga hingga sekarang.

Dyah Kartika Permanasari mengatakan generasi muda saat ini sangat mudah mengakses budaya asing melalui perkembangan teknologi dan media sosial. Namun, menurutnya tidak semua budaya luar sesuai dengan adat ketimuran yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Ia menilai warisan budaya dan kesenian tradisional tetap lebih cocok dengan karakter budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Karena itu, budaya lokal harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak punah tergerus perkembangan zaman.

“Budaya lokal harus tetap dilestarikan supaya anak cucu kita nanti masih bisa menikmati budaya daerah sendiri, khususnya budaya masyarakat Jawa Tengah,” ujar Dyah dalam sambutannya.

Menurut Dyah, pagelaran wayang kulit menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, etika, dan filosofi kehidupan kepada masyarakat. Wayang kulit juga dinilai mampu mempererat kebersamaan warga dalam tradisi sedekah desa.

Ia menegaskan wayang kulit merupakan salah satu pilar budaya nasional yang memiliki nilai luhur dan menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia.

Selain itu, wayang kulit juga telah tercatat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Pengakuan internasional tersebut, kata Dyah, menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian tradisional tersebut.

Pagelaran wayang kulit dalam Sedekah Desa Nolokerto berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga. Masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal dan tradisi warisan leluhur.

 

Penulis : Rb

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru