KENDAL,RadarBangsa.co.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang mudah diakses saat ini. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Sedekah Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Desa Nolokerto menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi leluhur yang masih dijaga hingga sekarang.
Dyah Kartika Permanasari mengatakan generasi muda saat ini sangat mudah mengakses budaya asing melalui perkembangan teknologi dan media sosial. Namun, menurutnya tidak semua budaya luar sesuai dengan adat ketimuran yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Ia menilai warisan budaya dan kesenian tradisional tetap lebih cocok dengan karakter budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Karena itu, budaya lokal harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak punah tergerus perkembangan zaman.
“Budaya lokal harus tetap dilestarikan supaya anak cucu kita nanti masih bisa menikmati budaya daerah sendiri, khususnya budaya masyarakat Jawa Tengah,” ujar Dyah dalam sambutannya.
Menurut Dyah, pagelaran wayang kulit menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, etika, dan filosofi kehidupan kepada masyarakat. Wayang kulit juga dinilai mampu mempererat kebersamaan warga dalam tradisi sedekah desa.
Ia menegaskan wayang kulit merupakan salah satu pilar budaya nasional yang memiliki nilai luhur dan menjadi identitas bangsa Indonesia di mata dunia.
Selain itu, wayang kulit juga telah tercatat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Pengakuan internasional tersebut, kata Dyah, menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kesenian tradisional tersebut.
Pagelaran wayang kulit dalam Sedekah Desa Nolokerto berlangsung meriah dan dihadiri ratusan warga. Masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal dan tradisi warisan leluhur.
Penulis : Rb
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar