Bupati Pasuruan Ingatkan Risiko Fisik Haji, Jamaah Diminta Jaga Kesehatan

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat melepas jamaah haji kloter 7, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat melepas jamaah haji kloter 7, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyoroti pentingnya kesiapan fisik jamaah haji di tengah padatnya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara tegas mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan sebagai kunci utama kelancaran ibadah.

Pesan itu disampaikan saat pelepasan 375 jamaah calon haji kloter 7, Rabu (22/4/2026) petang. Imbauan ini menjadi krusial mengingat tingginya aktivitas fisik dan kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara yang berpotensi memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan.

Menurut Rusdi, ibadah haji bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga menuntut ketahanan fisik yang kuat. Tanpa kondisi tubuh yang prima, jamaah berisiko tidak mampu menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.

“Karena haji itu banyak ibadah fisiknya. Maka menjaga kesehatan selama di Tanah Suci adalah hal wajib yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Ia meminta jamaah disiplin menjaga pola makan bergizi, cukup istirahat, dan tetap berolahraga ringan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kelelahan ekstrem, dehidrasi, hingga potensi penyakit yang kerap muncul saat musim haji.

Selain aspek kesehatan, Pemkab juga menekankan pentingnya solidaritas antarjamaah. Kekompakan dinilai menjadi faktor penting, terutama saat memasuki fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang dikenal padat dan penuh tekanan.

“Jaga kekompakan, saling membantu apabila ada yang kesusahan,” ujar Rusdi.

Di sisi lain, pemerintah juga memberi perhatian pada kualitas layanan petugas haji. Rusdi meminta seluruh petugas, baik medis maupun pendamping, bekerja maksimal dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.

“Kami harapkan petugas membantu semaksimal mungkin. Jamaah juga jangan ragu meminta bantuan,” katanya.

Imbauan ini mencerminkan fokus pemerintah daerah pada perlindungan jamaah sebagai bagian dari layanan publik. Dengan kesiapan fisik, dukungan petugas, dan solidaritas kelompok, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali dalam kondisi sehat.

“Semoga seluruh jamaah selamat pergi dan pulang, serta menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru