Bupati Pasuruan Tegas Pangkas Birokrasi, Layanan Publik Dipaksa Cepat dan Tanpa Ribet

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat silaturahmi dengan kepala desa di Pendopo, Kamis (16/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat silaturahmi dengan kepala desa di Pendopo, Kamis (16/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan reformasi layanan publik menjadi prioritas, dengan memangkas prosedur berbelit yang selama ini dinilai memperlambat kebutuhan warga. Pemerintah daerah kini didorong bergerak cepat, responsif, dan tanpa sekat birokrasi.

Penegasan itu disampaikan saat pertemuan dengan kepala desa se-Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (16/4/2026). Ia menilai, sistem pelayanan lama tidak lagi relevan karena kerap menyulitkan masyarakat dalam situasi mendesak.

“Sudah bukan zamannya lagi birokrasi membuat masyarakat kesusahan,” tegas Rusdi.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Pasuruan menyiapkan jalur koordinasi darurat berbasis WhatsApp di setiap kecamatan. Grup ini akan menghubungkan camat, kepala desa, kepala puskesmas hingga sopir ambulans untuk mempercepat penanganan warga, terutama di sektor kesehatan.

Skema ini dirancang untuk memangkas waktu respons saat kondisi darurat, seperti kebutuhan ambulans atau rujukan pasien. Kepala desa cukup melapor di grup, dan petugas terkait langsung bergerak tanpa prosedur berlapis.

“Kita buat grup di tiap kecamatan. Kalau ada warga butuh ambulans cepat, cukup lapor di grup. Semua sudah standby untuk langsung menangani,” jelasnya.

Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Selain itu, koordinasi lintas instansi diharapkan lebih efisien tanpa hambatan administratif.

Rusdi menegaskan, pola kerja cepat dan sederhana menjadi kunci pelayanan publik modern. “Koordinasi harus cepat, tidak ada sekat. Dengan begitu, masalah warga bisa segera terselesaikan,” imbuhnya.

Kepala Desa Raci, Muhammad Sutomo, menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, jalur cepat ini sangat membantu pemerintah desa dalam merespons kebutuhan mendesak warga.

“Ini sangat mempermudah kami. Urusan kesehatan itu darurat, jadi respon cepat sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru