Burung Perkutut di Pasuruan Jadi Primadona, Harga Capai Mobil Alphard

Sabtu, 13 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan burung perkutut mengikuti Konkurs Nasional Seni Suara Alam di Lapangan Detasemen AU Raci, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini menjadi bagian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ratusan burung perkutut mengikuti Konkurs Nasional Seni Suara Alam di Lapangan Detasemen AU Raci, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini menjadi bagian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Burung perkutut masih membuktikan pesonanya sebagai satwa istimewa dengan penggemar setia di berbagai daerah. Bahkan, seekor perkutut jawara bisa dihargai setara satu unit mobil Alphard. Fenomena ini tampak nyata dalam Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut yang digelar di Lapangan Detasemen AU Raci, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/9/2025).

Kompetisi ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan bersama Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096. Tak kurang dari 700 pecinta burung perkutut ikut serta, sebagian besar datang dari luar daerah, bahkan hingga dari Kalimantan, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali.

“Ada peserta yang rela menginap tiga hari sebelumnya agar burung perkututnya tidak stres dan bisa beradaptasi dengan lokasi lomba,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa.

Lomba ini digelar selama dua hari, 13–14 September 2025, dengan berbagai kelas. Pada hari pertama, peserta bersaing di kategori piyek senior, piyek junior, dan piyek hanging. Sementara hari kedua mempertandingkan kelas dewasa senior dan dewasa junior.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan 50 juri nasional dari P3SI Pusat. “Semua juri adalah profesional yang sudah berpengalaman menilai kualitas suara perkutut,” tambah Agus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, mengapresiasi semangat peserta yang tetap setia memelihara burung perkutut sebagai satwa bernilai tinggi. Menurutnya, selain menjadi hobi, perkutut juga memiliki manfaat lain.

“Kicauan merdunya bisa menjadi terapi penghilang stres, sementara merawatnya mampu mempererat keharmonisan keluarga sekaligus mendekatkan diri dengan alam,” ujar Yudha.

Selain itu, Yudha menekankan, perhelatan ini tidak hanya memupuk kecintaan terhadap satwa, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi lokal. “Banyak pedagang dan pelaku UMKM di sekitar lokasi merasakan peningkatan penjualan, terutama makanan dan minuman. Perputaran uang pun berjalan baik,” jelasnya.

Konkurs nasional ini menunjukkan bahwa burung perkutut bukan sekadar peliharaan, melainkan aset budaya dan ekonomi yang berharga. “Burung perkutut akan selalu punya tempat di hati penggemarnya, karena nilainya tidak sekadar materi, tapi juga menyangkut tradisi dan kebanggaan,” pungkas Yudha.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Homecare dan Wadul Gus’e Bawa Jember Raih CNN Indonesia Awards 2026
Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:34

Homecare dan Wadul Gus’e Bawa Jember Raih CNN Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru