Cemburu Berujung Maut, Polisi Ungkap Pembunuhan Pria di Sungai Jombang

Selasa, 21 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Kasus penemuan jenazah pria di aliran sungai Dusun Paras, Desa Turi Pinggir, Kecamatan Megaluh, akhirnya terkuak. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang memastikan korban tewas akibat pembunuhan bermotif cemburu.

Korban berinisial AS (33), warga Kecamatan Gurah, Kediri. Polisi telah menangkap pelaku utama berinisial SM (43) di wilayah Nglegok, Blitar, setelah melakukan pelarian usai kejadian.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di ruang terbuka dan sempat memicu kekhawatiran warga terkait keamanan lingkungan. Penemuan jenazah di sungai juga menimbulkan pertanyaan soal potensi tindak kriminal serupa.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, motif pembunuhan dipicu rasa cemburu. Tersangka sakit hati karena korban diduga mendekati perempuan yang menjadi kekasihnya.

“Peristiwa bermula saat korban dan tersangka minum minuman keras bersama di wilayah Purwoasri, Kediri. Dalam kondisi terpengaruh alkohol, terjadi cekcok hingga berujung perkelahian,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian menyerang korban menggunakan golok. Hasil autopsi menunjukkan luka serius pada wajah dan leher korban, dengan luka di leher menjadi penyebab utama kematian.

“Luka di leher memutus pembuluh darah utama, itu yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Selain menangkap pelaku utama, polisi juga mengamankan tersangka lain berinisial MAM yang membantu menghilangkan barang bukti dengan membuangnya ke Sungai Brantas.

Langkah cepat kepolisian ini dinilai penting untuk menjaga rasa aman masyarakat serta mencegah potensi tindak kekerasan serupa. Polisi juga mengimbau warga untuk menghindari konsumsi alkohol berlebihan yang kerap memicu konflik.

“Kasus ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung fatal. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas,” pungkas AKP Dimas.

Saat ini, polisi masih melakukan pencarian barang bukti yang dibuang di sungai. Pelaku dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru