Dam K Stail Jadi Saksi Doa Ribuan Petani Banyuwangi

Sabtu, 1 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, menggelar doa bersama dalam tradisi Bubak Bumi di Dam K Stail, Kamis (30/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petani Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, menggelar doa bersama dalam tradisi Bubak Bumi di Dam K Stail, Kamis (30/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Menjelang musim tanam, ratusan petani di Banyuwangi kembali menghidupkan tradisi turun-temurun yang sarat makna spiritual. Mereka menggelar ritual Bubak Bumi, doa bersama dan kenduri sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan berkah agar musim tanam berjalan lancar dan hasil panen melimpah.

Tradisi ini digelar oleh para petani Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, di area Dam K Stail, Kamis (30/10/2025). Suasana khidmat terasa saat ratusan petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) duduk bersila di pinggiran dam sambil mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan kenduri nasi tumpeng dan makan bersama warga.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, mengatakan tradisi Bubak Bumi menjadi bagian penting dari siklus pertanian masyarakat Banyuwangi. “Bubak Bumi adalah tradisi para petani saat memulai masa tanam. Harapannya agar musim tanam berjalan lancar, terhindar dari bencana, dan menghasilkan panen yang melimpah,” ujarnya.

Ilham menambahkan, nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya doa bersama, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di kalangan petani. “Kekompakan menjadi kunci agar kita mampu menghadapi berbagai tantangan pertanian, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas,” imbuhnya.

Setidaknya 300 petani dari berbagai HIPPA di Banyuwangi hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa hasil bumi dan hidangan sederhana sebagai simbol rasa syukur atas panen sebelumnya. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarpelaku pertanian di wilayah selatan Banyuwangi.

Selain aspek budaya dan spiritual, kegiatan Bubak Bumi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sarana pertanian, terutama sistem pengairan. Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Reza Al Fahrobi, menjelaskan bahwa Dam K Stail memiliki peran vital dalam menopang produktivitas pertanian dua kecamatan sekaligus, yakni Purwoharjo dan Tegaldlimo.

“Dam K Stail dibangun sebelum tahun 1953 dan hingga kini masih berfungsi dengan baik. Dam ini mengairi sekitar 6.224 hektare lahan pertanian di 12 desa. Karena itu, keberadaannya harus terus kita rawat agar debit air tetap stabil dan kebersihannya terjaga,” terang Reza.

Untuk meningkatkan efisiensi air, saat ini pemerintah tengah melakukan normalisasi Dam K Stail. “Pekerjaan normalisasi sudah berjalan hampir dua minggu. Proyek ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, karena dam ini masuk dalam kewenangan mereka,” tambahnya.

Dengan perawatan berkelanjutan dan kekompakan petani, pemerintah optimistis produktivitas pertanian Banyuwangi akan terus meningkat. Tradisi Bubak Bumi pun diharapkan tetap lestari, menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan dalam menjaga keberlanjutan pertanian di ujung timur Pulau Jawa.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru