Dari Lamongan, Suara Sunyi Guru Honorer Menggema Lewat Seruan Anggota DPD RI Lia Istifhama

Senin, 13 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI sekaligus MPR RI Dr. Lia Istifhama (kanan) berbincang dengan seorang guru honorer usai acara silaturahmi pendidikan di Lamongan, Sabtu (11/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI sekaligus MPR RI Dr. Lia Istifhama (kanan) berbincang dengan seorang guru honorer usai acara silaturahmi pendidikan di Lamongan, Sabtu (11/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Sebuah momen haru dan reflektif terjadi saat Anggota DPD RI sekaligus MPR RI, Dr. Lia Istifhama, bertemu dengan seorang guru honorer yang dikenal sebagai Pak Guru Ribut. Dalam perbincangan sederhana itu, tersirat pesan mendalam tentang arti sejati menjadi seorang pendidik: bukan sekadar mengajar, tetapi mengabdi dengan ketulusan di tengah keterbatasan

Dengan wajah bersahaja dan suara tenang, Pak Ribut menceritakan kisahnya bagaimana ia tetap setia mengajar meski gaji sering kali tak cukup untuk kebutuhan bulanan. Di balik setiap papan tulis yang ia isi dengan kapur putih, tersimpan semangat luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa tanpa pamrih.

“Menjadi guru honorer bukan posisi rendah, tapi panggilan jiwa. Setiap huruf yang diajarkan, setiap doa dari murid, itulah investasi akhirat yang tak ternilai,” ungkap Ning Lia, dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Ning Lia, kisah seperti Pak Ribut hanyalah satu dari ribuan kisah serupa di pelosok negeri. Guru honorer adalah fondasi pendidikan Indonesia, namun sering kali keberadaannya seolah luput dari perhatian. Mereka tetap berdiri di depan kelas meski status kepegawaian tak pasti dan penghasilan jauh dari kata layak.

“Negara harus lebih hadir untuk mereka. Saya mendengar banyak suara sunyi dari para guru honorer di desa-desa. Mereka tidak menuntut kemewahan, hanya ingin dihargai seperti pahlawan sejati,” tegasnya.

Ning Lia menilai bahwa perbaikan kualitas pendidikan nasional tak bisa dipisahkan dari kesejahteraan para pengajar. Baginya, peningkatan mutu kurikulum, fasilitas, dan teknologi tak akan bermakna jika guru pilar utama pendidikan masih berjuang untuk bertahan hidup.

“Kita tidak bisa bicara tentang pendidikan unggul sementara guru-gurunya masih hidup dalam kesulitan. Mereka bukan sekadar pengajar, tapi penjaga peradaban. Maka, negara wajib memastikan kehidupan mereka sejahtera,” tutur Ning Lia dengan nada tegas.

Pertemuan hangat itu juga menjadi ruang refleksi tentang arti syukur dan pengabdian. Di sela obrolan, Pak Ribut menyampaikan pandangan yang menyejukkan hati.

“Syukur itu bukan saat kita punya segalanya, tapi saat kita masih mau memberi di tengah kekurangan,” ujarnya lirih.

Bagi Ning Lia, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak pada guru honorer, baik melalui regulasi nasional maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia berharap, perjuangan panjang para pendidik ini tak berhenti pada janji atau seremonial belaka.

“Sudah saatnya kesejahteraan guru honorer tidak lagi jadi wacana. Mereka adalah tulang punggung masa depan bangsa, dan pengabdian mereka harus dibayar dengan penghargaan yang layak,” tutup Ning Lia, seraya menatap penuh harap.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru