Dari MoU ke Modernisasi, Wonosari Percepat Pengembangan Sentra Jagung 1.400 Hektare

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di wilayah tersebut. Dengan luas lahan tanam mencapai sekitar 1.400 hektare, desa ini mampu menghasilkan antara 10.000 hingga 12.000 ton jagung setiap tahun.

Produksi dalam jumlah besar itu menjadikan Wonosari sebagai salah satu pemasok utama komoditas jagung untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Kendal dan sejumlah daerah sekitarnya.

Kepala Desa Wonosari, Mukallil, mengatakan sektor pertanian jagung selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa. Namun, besarnya potensi produksi tersebut masih menghadapi tantangan pada proses panen dan pascapanen yang sebagian besar dilakukan secara manual.

“Potensi jagung di Wonosari sangat besar. Dengan luas lahan sekitar 1.400 hektare, produksi kami bisa mencapai 10.000 sampai 12.000 ton per tahun. Ke depan, potensi ini harus didukung dengan teknologi yang lebih modern agar hasil yang diterima petani juga semakin meningkat,” kata Mukallil.

Menurut dia, biaya panen dan pengolahan pascapanen yang masih tinggi menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani. Kondisi tersebut berdampak pada margin keuntungan yang diterima petani meski produksi jagung tergolong melimpah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wanamulya menjalin kerja sama dengan PT Geo Jaya Teknik. Kesepakatan kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026).

Kerja sama itu difokuskan pada modernisasi sektor pertanian melalui penyediaan peralatan mekanisasi, mulai dari mesin panen jagung, mesin pemipil, hingga mesin pengering jagung.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini menjadi beban petani.

Selain mendukung mekanisasi pertanian, kerja sama juga mencakup program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pengelola BUMDes. Program pendampingan akan melibatkan akademisi untuk memperkuat kemampuan pengelolaan usaha desa.

Mukallil berharap sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan pertanian modern di Wonosari.

Dengan produksi mencapai belasan ribu ton per tahun dan dukungan lahan yang luas, Desa Wonosari dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat produksi jagung sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Kendal.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru