SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan pentingnya peran komunitas kedaerahan sebagai kekuatan sosial dan budaya dalam memperkuat persatuan nasional. Hal itu ditunjukkan melalui keterlibatan langsungnya bersama keluarga besar Maluku di Jawa Timur dalam rangkaian pelantikan pengurus Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) di Surabaya, pada Senin (19/1/2026).
Tidak sekadar hadir secara simbolik, senator asal Jawa Timur tersebut aktif membaur dalam berbagai kegiatan budaya, mulai dari lomba makan papeda hingga menari bersama peserta. Kehadiran Lia Istifhama memperlihatkan pendekatan partisipatif yang dinilai efektif dalam membangun kepercayaan publik lintas komunitas.
Menurut Lia, nilai persaudaraan atau Basudara yang mengakar kuat dalam masyarakat Maluku merupakan modal sosial penting bagi pembangunan nasional, khususnya di daerah perantauan seperti Jawa Timur.
“Masyarakat Maluku memiliki karakter keberanian, solidaritas, dan etos kerja yang kuat. Ini adalah kekuatan sosial yang harus terus dirawat dan diberi ruang untuk berkontribusi di tingkat nasional,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, di sela acara.
Lia menilai KPPM memiliki posisi strategis sebagai wadah penyaluran aspirasi sekaligus penggerak program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Organisasi kultural seperti KPPM, kata dia, dapat menjadi mitra penting negara dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat kohesi sosial.
Sejalan dengan itu, Ketua KPPM Frans Huawe menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan arah baru komunitas Maluku.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi momentum konsolidasi. Kita harus bersatu, saling menguatkan, dan menjadikan tantangan sebagai peluang,” kata Frans Huawe, Ketua KPPM.
Ketua Dewan Pembina KPPM, Prof. Paul Tahalele, menyoroti tantangan kualitas sumber daya manusia di Maluku. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan struktural.
“Maluku kaya sumber daya alam dan budaya. Dengan semangat Pattimura dan pendidikan yang kuat, kita bisa bangkit melalui persatuan,” ujar Prof. Paul Tahalele.
Senator DPD RI asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina atau Boy Latuconsina, mendorong KPPM menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dan daerah. Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto menegaskan komitmen pemerintah menjadikan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan pemerataan kesejahteraan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar