Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerasan, Karyawan Outlet POJ City Lapor Polisi

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum LBH Ratu Adil mendampingi karyawan outlet minuman melaporkan dugaan penganiayaan dan pemerasan di Polsek Semarang Barat, Senin (3/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Kuasa hukum LBH Ratu Adil mendampingi karyawan outlet minuman melaporkan dugaan penganiayaan dan pemerasan di Polsek Semarang Barat, Senin (3/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Seorang karyawan penjaga outlet minuman di Mall 23 POJ City, Semarang Barat, berinisial A, melaporkan dugaan penganiayaan, pemerasan, dan perampasan ke Polsek Semarang Barat pada Senin (3/8/2026) malam. Laporan tersebut dibuat setelah A mengaku mengalami kekerasan usai dituduh melakukan pelecehan terhadap rekan kerjanya berinisial AU. Proses pelaporan didampingi kuasa hukum dari LBH Ratu Adil.

A membantah tuduhan pelecehan yang dialamatkan kepadanya. Menurut keterangannya, hubungan yang pernah terjadi dengan AU berlangsung atas dasar suka sama suka dan tidak disertai unsur paksaan sebagaimana yang dituduhkan.

Kuasa hukum A menjelaskan, perkara itu bermula setelah tuduhan terhadap kliennya mencuat. Berdasarkan keterangan yang diterimanya, A kemudian dipanggil oleh seorang petugas keamanan berinisial H bersama seorang pria yang disebut sebagai kakak ipar AU.

“Klien kami membantah tuduhan pelecehan tersebut karena menurut keterangannya hubungan yang terjadi berlangsung atas dasar suka sama suka. Setelah tuduhan itu muncul, ia mengaku dipanggil untuk membuat dan menandatangani surat pernyataan,” kata kuasa hukum A.

Setelah menandatangani surat tersebut, A mengaku mengalami tindakan kekerasan. Menurut pengakuannya, H bersama pria yang disebut sebagai kakak ipar AU diduga memukulnya berulang kali dan beberapa kali menyundut kedua tangannya menggunakan rokok.

“Akibat kejadian itu, klien kami mengaku mengalami sejumlah luka dan sempat menjalani perawatan selama satu hari di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang,” ujarnya.

Perkara yang dilaporkan tidak hanya berkaitan dengan dugaan penganiayaan. A juga mengaku menjadi korban dugaan pemerasan dengan permintaan uang sebesar Rp25 juta.

“Karena tidak mampu memenuhi permintaan tersebut, sepeda motor milik klien kami disebut dibawa sebagai jaminan. Klien kami juga mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp4 juta atas permintaan pihak yang bersangkutan,” ungkapnya.

Merasa menjadi korban tindak pidana, A akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Kuasa hukumnya meminta kepolisian mengusut seluruh laporan yang disampaikan secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Segala bentuk penyelesaian di luar mekanisme hukum yang disertai dugaan kekerasan maupun permintaan sejumlah uang tidak dapat dibenarkan. Kami meminta penyidik memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti dan keterangan para pihak,” jelasnya.

Laporan tersebut kini telah diterima Polsek Semarang Barat dan diharapkan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut. Kuasa hukum menegaskan proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Harapan kami, proses hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga seluruh fakta terungkap berdasarkan alat bukti serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” pungkasnya.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru