Digitalisasi Bansos Nasional Dimulai, Banyuwangi Jadi Role Model

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan pengalaman daerah dalam piloting digitalisasi bansos pada forum nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan pengalaman daerah dalam piloting digitalisasi bansos pada forum nasional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat mempercepat pemerataan program bantuan sosial memasuki babak baru. Setelah diuji coba di Banyuwangi, digitalisasi bansos dipastikan akan diterapkan secara nasional. Efektivitas yang ditunjukkan selama masa piloting membuat pemerintah pusat meminta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan pengalaman daerahnya kepada ratusan kepala daerah se-Indonesia.

Sosialisasi nasional itu digelar secara hybrid oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) dari Kantor Kemendagri, Kamis (4/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menpan RB Rini Widyantini, Menteri/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Sekitar 900 peserta turut mengikuti acara ini secara luring dan daring.

“Kami minta Bupati Banyuwangi membagikan pengalamannya agar daerah lain dapat menyiapkan langkah konkret menjelang pelaksanaan piloting tahun 2026,” ujar Mendagri Tito.

Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa digitalisasi penyaluran bansos menjadi agenda strategis untuk mengurangi penyimpangan data dan memastikan tepat sasaran. Ia menyebut keberhasilan Banyuwangi telah dilaporkan kepada Presiden. “Selanjutnya program ini diperluas ke 32 daerah, sebelum berlaku nasional pada Oktober 2026,” katanya.

Luhut memuji pola kerja Banyuwangi yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan kader dasawisma, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala OPD dinilai mempercepat pendataan masyarakat. “Banyuwangi ini bagus, bekerja secara tim. Pendampingan ASN sangat penting. Saya harap daerah lain bisa meniru,” ujarnya.

Dalam paparannya, Bupati Ipuk menyebut strategi Banyuwangi berfokus pada jemput bola. “Kami turun langsung membantu warga, terutama yang kesulitan mengakses pendaftaran digital atau tidak memiliki handphone,” jelasnya. Ia menambahkan, komunikasi publik digencarkan karena digitalisasi bansos diyakini dapat menekan salah sasaran.

Ribuan agen parlinsos digital dikerahkan, mulai dari pendamping PKH, operator desa, TKSK, kader dasawisma, hingga perangkat kecamatan. Mereka bertugas mendampingi warga lanjut usia serta kelompok rentan lain agar tidak terhambat kendala teknologi.

“Pelibatan agen ini sangat krusial untuk memastikan tak ada warga yang layak menerima bansos tertinggal hanya karena faktor teknis. Tujuan utama program ini adalah memastikan yang benar-benar membutuhkan dapat mendaftarkan diri,” kata Ipuk.

Kecepatan Banyuwangi dalam mengawal piloting diapresiasi Sekjen Kemensos Robben Rico. Menurutnya, performa input data Banyuwangi melampaui target. “Pendataan sejak 18 September hingga 15 Oktober mencapai 359 ribu orang, melebihi target awal sebesar 320 ribu,” ujarnya.

Program ini menjadi fondasi penting bagi transformasi penyaluran bansos secara lebih transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru
Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional
Khofifah Bawa Jatim Borong 3 Penghargaan Halal 2026, Tegaskan Halal Mesin Ekonomi
Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Danramil Turun Tangan di SPPG Sidoarjo, Ingatkan Soal Nyawa di Balik Makanan Warga
Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:04 WIB

Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:57 WIB

Khofifah Bawa Jatim Borong 3 Penghargaan Halal 2026, Tegaskan Halal Mesin Ekonomi

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:10 WIB

Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB