PACITAN, RadarBangsa.co.id – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pacitan (Perkimtan) menyiapkan 280 paket pekerjaan jalan lingkungan pada tahun anggaran 2026 dengan total pagu sekitar Rp29 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Pacitan. Program ini dirancang menjangkau hampir seluruh desa dan kelurahan sebagai bagian dari pemerataan infrastruktur dasar permukiman.
Kepala Dinas Perkimtan Pacitan, Heru Tunggul, Kamis (26/2/2026), menjelaskan ratusan paket tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan teknis. “Ada sekitar 280 paket jalan lingkungan dengan anggaran kurang lebih Rp29 miliar dari APBD. Sebarannya hampir di seluruh desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya berupa perbaikan permukaan jalan. Terdapat tiga jenis konstruksi yang disiapkan, yakni pavingisasi, aspal lapen, dan rabat beton. Pemilihan tipe konstruksi akan disesuaikan dengan kondisi eksisting dan kebutuhan lapangan, termasuk tingkat kerusakan, kontur wilayah, serta volume lalu lintas warga.
Selain badan jalan, sejumlah paket juga dimungkinkan mencakup pembangunan saluran drainase, talud penahan tanah, hingga perlengkapan jalan pendukung lainnya. Pendekatan ini dilakukan agar penanganan lebih komprehensif dan tidak parsial, terutama di wilayah rawan genangan atau longsor.
Terkait total panjang jalan yang akan ditangani, Heru menyebut angka pastinya belum dapat dirinci karena masih dalam proses finalisasi desain dan penghitungan kebutuhan anggaran detail. “Total panjangnya belum bisa kami pastikan. Nanti akan jelas setelah penandatanganan kontrak,” katanya.
Dari sisi perencanaan, program jalan lingkungan ini merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa serta rekomendasi DPRD melalui pokok-pokok pikiran (pokir). Skema tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi antara kebutuhan riil warga dan fungsi penganggaran legislatif.
Hal berbeda pada pelaksanaan 2026 adalah mekanisme pengadaan yang menggunakan pola mini kompetisi. Sistem ini diharapkan mendorong efisiensi, transparansi, serta kualitas pekerjaan melalui persaingan sehat antarpenyedia jasa konstruksi.
Dengan nilai anggaran yang signifikan dan cakupan wilayah luas, program ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan aksesibilitas lingkungan, kelancaran aktivitas ekonomi warga, serta kualitas hunian di Kabupaten Pacitan. “Harapannya, infrastruktur lingkungan makin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Heru.
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin


















Komentar