Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar

Sabtu, 6 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kepatihan Ngawi, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kepatihan Ngawi, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Warga Kabupaten Ngawi memadati Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kepatihan Ngawi, Jumat (5/6). Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga cabai yang belakangan mengalami fluktuasi harga.

Program yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan komoditas yang dijual dalam pasar murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan harga di lapangan.

Karena itu, selain menyediakan bahan pokok utama, pasar murah juga menghadirkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpotensi memicu inflasi, salah satunya cabai.

“Ketika terdapat komoditas tertentu yang mengalami kenaikan harga, Pemprov Jatim akan berupaya menghadirkannya dalam pasar murah agar masyarakat tetap dapat menjangkaunya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Yang kita hadirkan adalah bahan-bahan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam dan item lain misalnya harga cabai naik, maka kita jual cabai di pasar murah. Begitu pula dengan komoditas lain yang memang dibutuhkan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras premium seharga Rp14.000 per kilogram dan beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram. Selain itu tersedia minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Tak hanya itu, kebutuhan protein dan bumbu dapur juga disediakan dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Telur ayam ras dijual Rp22.000 per kemasan, daging ayam ras Rp30.000 per kemasan, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta cabai Rp5.000 per 200 gram.

Pasar murah tersebut juga menghadirkan berbagai produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di daerah.

Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menjaga pasokan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” tegasnya.

Ia menambahkan, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pasar murah terus digelar di berbagai daerah sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih tenang,” ungkapnya.

Khofifah berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan bersama dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat kondisi ekonomi daerah.

“InsyaAllah, melalui berbagai ikhtiar yang kita lakukan bersama, stabilitas harga pangan di Jawa Timur dapat terus terjaga dan masyarakat semakin sejahtera,” ucapnya.

Manfaat pasar murah tersebut dirasakan langsung oleh warga. Ningsih, salah seorang pembeli, mengaku harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga beras, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya lebih murah sehingga bisa menghemat pengeluaran keluarga,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Rosiah. Ia berharap pasar murah dapat digelar secara rutin karena sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami senang karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan. Apalagi tadi ibu Khofifah juga bagi-bagi beras gratis, sangat membantu sekali. Terima kasih Ibu Gubernur Khofifah,” pungkasnya

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru