Disnaker Dorong Penyesuaian UMK 2026, Tantangan Masih di Sektor Perkebunan

Jumat, 30 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi UMK Jember 2026 di Aula PT BCA, Kamis 29 Januari 2026. (Foto Dok Ho/Herry -RadarBangsa.co.id)

Sosialisasi UMK Jember 2026 di Aula PT BCA, Kamis 29 Januari 2026. (Foto Dok Ho/Herry -RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan Upah Minimum Kabupaten tahun 2026 sebesar Rp 3.012.197. Dinas Tenaga Kerja mulai menggencarkan sosialisasi kepada perusahaan untuk memastikan implementasi, meski tingkat kepatuhan saat ini diperkirakan baru 30–40 persen.

Sosialisasi luring kedua digelar di Aula PT Benih Citra Asia (BCA), Kamis 29 Januari 2026, menghadirkan Dewan Pengupahan Kabupaten Jember serta perwakilan sektor perkebunan, perikanan, dan perdagangan. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Disnaker Jember, Joko Sutriswanto, mengatakan pihaknya terus menjembatani penerapan upah sesuai Keputusan Gubernur Jawa Timur.

“Respon perusahaan umum sejauh ini positif dan mayoritas sudah melaksanakan. Namun, sektor perkebunan belum mampu 100 persen. Kami terus dorong penyesuaian bersama tim Depekab,” ujar Joko.

Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jember, Imam, menegaskan bahwa besaran UMK merupakan hasil kompromi antara serikat pekerja dan pengusaha, dan kini sudah bersifat final. “Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat. Hubungan industrial yang kondusif dan kepastian pengupahan akan menarik investor ke Jember,” kata Imam. Ia menambahkan stabilitas ekonomi daerah turut didukung konektivitas, termasuk operasional bandara rute Jember-Jakarta dan Jember-Bali.

Guna memperluas jangkauan informasi, Disnaker Jember merencanakan sosialisasi tahap ketiga secara daring, menargetkan perusahaan yang belum hadir dalam dua sesi tatap muka sebelumnya.

Dengan penetapan UMK Rp 3.012.197, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memberikan kepastian bagi pertumbuhan dunia usaha di awal 2026. “Kepatuhan perusahaan terhadap UMK menjadi kunci agar ekonomi daerah berjalan seimbang dan investasi semakin berkembang,” tutup Joko.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru