DKP3 Pasuruan Terjunkan 100 Petugas, Hewan Qurban Diawasi Ketat

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DKP3 Kabupaten Pasuruan memeriksa kesehatan sapi dan kambing di lapak hewan qurban Kecamatan Pohjentrek, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas DKP3 Kabupaten Pasuruan memeriksa kesehatan sapi dan kambing di lapak hewan qurban Kecamatan Pohjentrek, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan bergerak cepat. Sebanyak 100 petugas dan pengawas hewan qurban diterjunkan serentak ke 24 kecamatan untuk memastikan ternak yang dijual bebas penyakit dan layak konsumsi.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi ancaman bagi kesehatan ternak dan keamanan daging di masyarakat.

Pengawasan intensif salah satunya dilakukan di dua lapak penjualan hewan qurban di Kecamatan Pohjentrek, Rabu (20/5/2026). Dengan mengenakan APD lengkap, dokter hewan dan petugas peternakan memeriksa kondisi fisik sapi dan kambing secara detail.

Mulai dari mata, hidung, mulut, suhu tubuh hingga cara berjalan hewan diperiksa langsung di lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Penyakit ternak seperti PMK serta penyakit menular lainnya masih harus terus kita waspadai,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi.

Ia menegaskan, pengawasan bukan hanya dilakukan sebelum penyembelihan. Tim pengawas juga akan memantau kondisi organ dan daging hewan hingga H+3 Idul Adha.

“Selain kesehatan, kelayakan secara syariat juga dicek ketat, seperti memastikan gigi ternak sudah tanggal atau poel,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan di Pohjentrek, seluruh ternak dinyatakan sehat. Petugas langsung menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk dipasang di lapak penjualan.

“Di lapak pertama ada 10 sapi dan 28 kambing. Hasil pemeriksaan dokter hewan menyatakan semuanya sehat walafiat,” tegas Syaifi.

Pengawasan ketat ini disambut positif pedagang hewan qurban. Irfan, salah satu pemilik lapak, mengaku calon pembeli kini lebih percaya setelah hewannya dinyatakan sehat oleh DKP3.

“Alhamdulillah sudah laku separuh. Pembeli jadi lebih tenang karena ada surat sehat dari petugas,” ujar Irfan.

Ia menjual kambing mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, sementara sapi bali dipatok mulai Rp20 juta. “Pengawasan masif ini diharapkan mampu melindungi masyarakat dari risiko penyakit hewan sekaligus menjaga kualitas daging qurban yang beredar di Pasuruan, “pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru