DPD RI Lia Istifhama : Kemudahan Visa Schengen Buka Jalan Mobilitas dan Ekonomi

Selasa, 15 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan tanggapan positif atas kemudahan visa Schengen bagi WNI yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa, baru-baru ini. (Dok foto Pribadi)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan tanggapan positif atas kemudahan visa Schengen bagi WNI yang diumumkan oleh Presiden Komisi Eropa, baru-baru ini. (Dok foto Pribadi)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif langkah Uni Eropa yang memberikan kemudahan visa Schengen bagi warga negara Indonesia. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia–Uni Eropa melalui skema Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang intensif dinegosiasikan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ning Lia, sapaan akrabnya, menilai kebijakan ini sebagai terobosan strategis yang akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi nasional, khususnya dalam mendorong investasi, peningkatan mobilitas tenaga kerja terampil, serta pengembangan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Ini bukan sekadar soal jalan-jalan lebih mudah. Kemudahan visa Schengen akan membuka akses lebih luas bagi tenaga kerja profesional, pelajar, investor, dan pelaku usaha Indonesia untuk membangun jejaring internasional sekaligus meningkatkan kompetensi,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Senin (15/7).

Kesepakatan ini merupakan hasil dari proses panjang selama lebih dari satu dekade, dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi, dan prinsip saling menguntungkan. Uni Eropa kini menawarkan skema multiple-entry visa Schengen bagi warga Indonesia, yang tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka pintu lebih lebar bagi pertukaran budaya, kerja sama ekonomi, dan penguatan relasi antarbangsa.

Ning Lia menekankan bahwa kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Uni Eropa memilih jalur keterbukaan dan kerja sama jangka panjang, di tengah situasi global yang justru banyak mengarah pada proteksionisme dan pembatasan mobilitas.

“Uni Eropa masih menjadi pusat dari banyak sektor strategis dunia, mulai dari teknologi, kesehatan, penguasaan bahasa asing, hingga industri kedirgantaraan. Dengan kemudahan akses visa Schengen, peluang anak muda Indonesia untuk belajar, magang, maupun bekerja di Eropa akan jauh lebih besar. Dari sinilah kita perlu menyiapkan generasi muda dengan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, serta soft skill yang mumpuni agar bisa benar-benar bersaing secara global,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada peningkatan devisa negara melalui remitansi pekerja migran terampil, kebijakan ini juga berpotensi memperkuat arus investasi bilateral. “Selain mendongkrak devisa dari tenaga kerja terampil, kemudahan visa ini secara langsung menggandakan potensi investasi bilateral. Investor Eropa akan lebih mudah masuk, dan pengusaha Indonesia pun lebih leluasa menjelajahi pasar Eropa. Ini bukan hanya soal transaksi ekonomi, tapi juga pertukaran pengetahuan dan peluang tumbuhnya ekonomi yang lebih merata,” lanjut Ning Lia.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah. Menurutnya, kesiapan ekosistem pelatihan dan sertifikasi keterampilan harus terus diperkuat agar tenaga kerja Indonesia tidak hanya unggul di sektor informal, tetapi juga siap berkiprah di bidang-bidang strategis berstandar internasional.

“Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global, terutama dalam konteks transisi menuju energi bersih dan digital yang saat ini dijalankan Uni Eropa. Kita juga menjadi pemasok utama berbagai barang penting untuk mendukung transisi hijau dan digital, dengan pasar domestik yang sangat potensial karena didukung lebih dari 287 juta penduduk,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru