DPD RI Lia Istifhama: Nasionalisme Itu Tanggung Jawab Kemanusiaan

Sabtu, 26 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, saat menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai pondasi menjaga keutuhan bangsa, baru-baru ini. (IST)

Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, saat menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai pondasi menjaga keutuhan bangsa, baru-baru ini. (IST)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Wawasan kebangsaan bukan sekadar narasi formalitas dalam pendidikan kenegaraan. Lebih dari itu, ia merupakan tanggung jawab moral dan sosial kita sebagai warga negara untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa. Hal ini kembali ditekankan oleh anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, dalam forum sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar baru-baru ini.

Menurut Lia, menjaga eksistensi bangsa Indonesia bukan hanya soal cinta tanah air dalam pengertian simbolik, melainkan bagian dari ekspresi kemanusiaan kita. “Kalau kita sadar bahwa hidup sebagai manusia itu membutuhkan ketenteraman, afeksi, dan keberlanjutan, maka sudah sepatutnya kita memastikan bahwa anak cucu kita kelak mewarisi negeri yang damai, berkeadilan, dan menjunjung tinggi solidaritas antarwarga,” ujarnya.

Lia menegaskan, nilai-nilai Pancasila—mulai dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, hingga Keadilan—adalah fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang beradab dan inklusif. Menurutnya, Pancasila bukan hanya perangkat normatif, tetapi juga jalan hidup bangsa yang mampu menyatukan keragaman dalam bingkai harmoni.

“Jangan kita terjebak pada anggapan bahwa Pancasila sekadar urusan agama atau seremonial belaka. Di dalamnya ada nilai-nilai keadaban, mekanisme penyelesaian konflik, hingga jaminan tidak adanya penindasan. Semua itu penting untuk kita pahami sebagai bentuk nyata dari praktik humanisme,” katanya.

Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman yang makin kompleks, Lia mengingatkan pentingnya melepas ego pribadi dan lebih mengedepankan semangat gotong royong, saling menghargai, serta mematuhi hukum sebagai upaya menjaga keteraturan sosial.

“Ketika wawasan kebangsaan telah tertanam dalam sanubari tiap anak bangsa, maka disintegrasi dapat dicegah sedini mungkin. Kita pun akan lebih siap melangkah dalam peta global, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun diplomasi budaya,” terang Lia.

Ia pun menambahkan, bangsa yang belum selesai dengan urusan internalnya, akan sulit mendapat tempat dalam percaturan global.

“Jadi, sebelum kita bicara tentang bagaimana menaklukkan pasar internasional, pastikan dulu bahwa kita solid di dalam,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru