DPD RI Ning Lia Istifhama Apresiasi RS Mata Masyarakat Jatim, Layanan Lengkap Jadi Rujukan Nasional

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama meninjau fasilitas layanan RS Mata Masyarakat Jawa Timur di Ketintang, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama meninjau fasilitas layanan RS Mata Masyarakat Jawa Timur di Ketintang, Surabaya, Kamis (22/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Ning Lia Istifhama, menilai Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur layak menjadi rujukan nasional layanan kesehatan mata. Penilaian itu disampaikan setelah Ning Lia meninjau langsung fasilitas dan sistem layanan RSMM di Ketintang, Surabaya, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya gangguan kesehatan mata akibat perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat digital. Menurut Ning Lia, kebutuhan layanan mata kini menjadi isu kesehatan publik yang berdampak luas, mulai dari produktivitas kerja hingga kualitas hidup masyarakat.

“Melihat langsung fasilitas, sistem layanan, hingga kenyamanan ruang perawatan, tidak mengherankan jika RSMM Jawa Timur menjadi rujukan nasional. Ini bukan sekadar rumah sakit daerah, tetapi pusat layanan dan pengembangan kesehatan mata,” ujar Ning Lia.

Ia menyoroti tren peningkatan kunjungan pasien yang tercatat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data RSMM Jawa Timur menunjukkan kunjungan Instalasi Gawat Darurat mencapai 2.049 pasien pada 2023, naik menjadi 2.106 pasien pada 2024, dan melonjak menjadi 3.078 kunjungan sepanjang 2025. Pada layanan rawat inap, jumlah pasien meningkat dari 1.946 orang pada 2023 menjadi 2.060 pasien pada 2025.

Menurut Ning Lia, angka tersebut mencerminkan dua hal penting. Pertama, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mata. Kedua, tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas layanan RSMM Jawa Timur.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan keseriusan dalam membangun layanan kesehatan mata, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun sumber daya manusia,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Ning Lia melihat langsung berbagai fasilitas unggulan, mulai dari ruang tunggu pasien, kamar perawatan VIP, hingga peralatan medis berteknologi tinggi. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pneumatic tube system, yakni sistem pengiriman obat dan dokumen medis antarunit yang mempercepat dan mengefisienkan pelayanan.

“Lingkungannya bersih, tertata, dan nyaman. Kenyamanan pasien merupakan bagian penting dari proses penyembuhan,” tambahnya.

Direktur RSMM Jawa Timur, dr. A. A. Ayu Mas Kusumayanti, M.Kes, menjelaskan bahwa RSMM dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi nasional. Selain layanan medis, RSMM juga berperan dalam pendidikan dan pengembangan keilmuan kesehatan mata.

“Saat ini kami memiliki layanan unggulan nasional, antara lain Infeksi dan Imunologi Mata, Glaukoma, Vitreoretina, Okuloplasti dan Onkologi Mata, Low Vision, Katarak, hingga Bedah Refraktif. RSMM juga berstatus sebagai rumah sakit rujukan nasional,” jelasnya.

RSMM Jawa Timur menerapkan standar kebersihan ketat dengan sistem sirkulasi udara terkontrol untuk menekan risiko infeksi. Di bidang pendidikan, rumah sakit ini menjadi rumah sakit pendidikan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Sebagai satu-satunya rumah sakit mata milik pemerintah provinsi di Indonesia, RSMM Jawa Timur kini melayani pasien dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur serta dari luar daerah. Ning Lia menegaskan perlunya dukungan kebijakan berkelanjutan dari pemerintah pusat agar peran strategis RSMM tetap terjaga.

“Ini aset strategis Jawa Timur sekaligus nasional. Negara perlu memastikan keberlanjutan teknologi, layanan, dan SDM agar RSMM tetap menjadi garda depan pelayanan kesehatan mata di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru