SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat perannya dalam layanan kesehatan mata nasional melalui Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur. Di tengah meningkatnya gangguan kesehatan mata akibat masifnya aktivitas digital, RSMM Jatim yang merupakan satu-satunya rumah sakit mata milik pemerintah provinsi di Indonesia disiapkan tidak hanya sebagai pusat layanan rujukan, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan.
Komitmen tersebut mengemuka saat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja ke RSMM Jawa Timur di Ketintang, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Dalam kunjungan itu, Lia Istifhama meninjau langsung fasilitas layanan, kesiapan teknologi medis, serta sistem manajemen rumah sakit yang menopang fungsi pelayanan dan pendidikan.
“RSMM Jawa Timur ini tidak hanya melayani pasien, tetapi memiliki potensi besar sebagai rumah sakit pendidikan. Dengan fasilitas dan kompetensi yang ada, pengembangannya sangat strategis untuk menyiapkan layanan kesehatan mata jangka panjang,” ujar Lia Istifhama.
Ia menilai, lonjakan kasus gangguan kesehatan mata tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat digital. Paparan layar dalam durasi panjang, tuntutan kerja visual yang tinggi, serta penggunaan gawai sejak usia dini membuat kebutuhan layanan mata dan tenaga medis spesialis terus meningkat.
Kondisi tersebut tercermin dari data kunjungan pasien RSMM Jawa Timur. Pada layanan gawat darurat, jumlah kunjungan tercatat 2.049 pasien pada 2023, meningkat menjadi 2.106 pasien pada 2024, dan melonjak signifikan menjadi 3.078 kunjungan sepanjang 2025. Sementara itu, layanan rawat inap juga menunjukkan tren kenaikan dari 1.946 pasien pada 2023 menjadi 2.060 pasien pada 2025.
Menurut Lia Istifhama, peningkatan kunjungan itu mencerminkan dua hal sekaligus, yakni tingginya kebutuhan layanan kesehatan mata serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSMM Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan.
“Keseriusan Pemprov Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa terlihat dari penguatan fasilitas, peningkatan kualitas SDM, hingga arah kebijakan menjadikan RSMM sebagai rumah sakit rujukan dan pendidikan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Lia Istifhama meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang tunggu pasien, ruang rawat inap, kamar perawatan VIP, hingga teknologi pendukung pelayanan medis. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pneumatic tube system, yakni sistem pengiriman obat dan dokumen medis antarunit yang mempercepat pelayanan dan meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan.
“Lingkungan rumah sakit bersih, tertata, dan nyaman. Untuk rumah sakit pendidikan, aspek ini penting karena menjadi ruang belajar yang sehat dan profesional,” ujar Lia Istifhama.
Direktur RSMM Jawa Timur, dr. A. A. Ayu Mas Kusumayanti, M.Kes, menjelaskan bahwa RSMM dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi, baik dalam pelayanan medis maupun pengembangan keilmuan.
“Saat ini RSMM memiliki layanan unggulan nasional seperti Infeksi dan Imunologi Mata, Glaukoma, Vitreoretina, Okuloplasti dan Onkologi Mata, Low Vision, Katarak, hingga Bedah Refraktif. RSMM juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan nasional,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, RSMM Jawa Timur telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, untuk mendukung pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan mata.
Sebagai satu-satunya rumah sakit mata milik pemerintah provinsi, RSMM Jawa Timur kini melayani pasien dari berbagai daerah dan diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran kesehatan mata berskala nasional. Lia Istifhama menegaskan, peran strategis tersebut perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan berkelanjutan di tingkat nasional.
“RSMM adalah aset strategis Jawa Timur dan nasional. Jika negara serius menyiapkan SDM kesehatan mata, maka rumah sakit ini harus dijaga dan diperkuat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








