MATARAM, RadarBangsa.co.id – Direktur Utama RSUD H. Moh Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menegaskan komitmen rumah sakit daerah tersebut untuk terus berinovasi dan siap menghadapi dinamika global layanan kesehatan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16.
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT bertema *“Sixteen Years of Care”* yang digelar di Kota Mataram. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi atas capaian dan tantangan pelayanan kesehatan publik yang semakin kompleks.
“Dalam 16 tahun perjalanan, RS Ruslan menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi fasilitas, pelayanan medis, dan kualitas sumber daya manusia. Kami terus berinovasi, meningkatkan mutu pelayanan, dan menjaga profesionalisme,” ujar dr Eka.
Ia menekankan, peningkatan mutu layanan tidak semata ditentukan kecanggihan teknologi medis, tetapi juga dedikasi, integritas, dan kolaborasi seluruh civitas hospitalia. RSUD H. Moh Ruslan, lanjutnya, harus berani melangkah maju dengan memperkuat jejaring kerja sama bersama rumah sakit lain, lembaga pendidikan kedokteran, BUMN, dan instansi terkait.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Mataram yang menuntut layanan cepat, tepat, dan bermutu. Terlebih, sektor kesehatan saat ini menghadapi tantangan global mulai dari transformasi digital, peningkatan kasus penyakit tidak menular, hingga ekspektasi publik terhadap transparansi dan akuntabilitas layanan.
Dalam kerangka transformasi, manajemen mengusung konsep SMART RSUD (Strategic Management & Revenue Transformation). Sejumlah inovasi telah dikembangkan, di antaranya layanan bayi tabung Lombok IVF, Graha Mentaram, PSC 119 Mataram Emergency Medical Service, Medical Check Up, Sport Gym, Rumah Duka One Stop Service, Poli Eksekutif, Medical Air Evacuation, hingga Cathlab terintegrasi dan layanan KJSU.
Tak hanya inovasi layanan, RSUD H. Moh Ruslan juga menorehkan capaian internasional. Pada akhir 2025 dan awal 2026, rumah sakit ini meraih Diamond Status dari World Stroke Organization atas kualitas layanan penanganan stroke, sebuah penghargaan tertinggi dalam kategori tersebut.
Menurut dr Eka, capaian itu menjadi bukti bahwa rumah sakit daerah mampu bersaing di level global tanpa meninggalkan fungsi sosialnya sebagai penyedia layanan kesehatan publik.
“Momentum 16 tahun ini menjadi pengingat bahwa kami harus terus adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pelayanan prima bukan pilihan, tetapi kewajiban,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar