MATARAM, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kota Mataram menekan angka stunting semakin ditopang oleh tingginya minat masyarakat terhadap Poliklinik Tumbuh Kembang Anak Rumah Sakit H. Moh Ruslan. Sejak beroperasi awal 2024, layanan ini berkembang menjadi salah satu pusat rujukan yang paling aktif dikunjungi, terutama bagi orang tua yang mencari penanganan komprehensif untuk gangguan tumbuh kembang dan risiko stunting.
Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun hingga lima persen pada akhir 2025. Tren penurunan sudah terlihat, di mana angka stunting per September 2025 tercatat 6,03 persen, membaik dari 6,7 persen pada Mei lalu. Meski pergerakannya masih fluktuatif, penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa intervensi dini di fasilitas kesehatan mulai menunjukkan hasil.
Direktur Utama RS H. Moh Ruslan, dr. Hj. Eka Nurhayati, mengatakan peningkatan kunjungan membuktikan bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi pertumbuhan sejak usia dini.
“Antusiasme orang tua sangat tinggi. Poliklinik ini kami hadirkan untuk mempercepat penanganan hambatan tumbuh kembang, termasuk stunting,” ujarnya, Rabu (27/11/2025).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dokter spesialis tumbuh kembang dengan berbagai disiplin lain membuat penanganan lebih tepat sasaran. “Model integratif ini memungkinkan kami memantau, mendiagnosis, sekaligus melakukan intervensi lanjutan secara terukur,” kata Eka.
Seorang tenaga ahli tumbuh kembang RS Ruslan, yang enggan disebutkan namanya, menilai keberadaan poliklinik ini telah memperbaiki pola rujukan. “Kasus-kasus keterlambatan bicara dan gizi kini datang lebih cepat untuk diperiksa. Ini sangat membantu menekan risiko stunting sejak fase awal,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Mataram berharap fasilitas ini menjadi pengungkit besar dalam mencapai target penurunan stunting tahun depan. “Fokusnya bukan hanya fisik, tetapi juga perkembangan mental dan sosial anak,” tutup Eka.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








