Duka di IGD Soebandi, Gus Fawait Suntik Semangat Petugas PMI Jember

Selasa, 21 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Muhammad Fawait memberi semangat petugas PMI di IGD RSD dr. Soebandi, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Muhammad Fawait memberi semangat petugas PMI di IGD RSD dr. Soebandi, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Peristiwa duka di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSD dr. Soebandi, Senin (20/4/2026), menyisakan pesan penting soal layanan darurat bagi warga. Seorang guru SD, Dahlia (48), warga Jalan Riau, Kecamatan Sumbersari, meninggal dunia setelah sempat dievakuasi oleh tim ambulans PMI Kabupaten Jember.

Di tengah situasi emosional itu, Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung di IGD. Ia menemui tiga petugas PMI—Imron Syafii, Imam Rosidi, dan Wachid Budhisantoso—yang baru saja berjibaku merujuk pasien dalam kondisi kritis.

“Jangan merasa bersalah. Kalian sudah menjalankan tugas kemanusiaan dengan maksimal. Tetap semangat, karena masyarakat sangat membutuhkan peran kalian,” ujar Fawait di hadapan petugas.

Kehadiran kepala daerah ini bukan sekadar empati, tetapi juga penegasan bahwa layanan kegawatdaruratan harus terus diperkuat. Dalam situasi kritis, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi penentu keselamatan warga.

Imron Syafii menjelaskan, timnya telah berupaya menembus kepadatan lalu lintas demi mempercepat rujukan. “Kami sudah berusaha secepat mungkin. Saya ambil jalur kanan agar segera sampai. Di dalam ambulans, rekan kami juga memberikan oksigen,” ungkapnya.

Upaya itu diperkuat oleh penanganan awal selama perjalanan. Namun kondisi pasien yang sudah kritis membuat nyawa Dahlia tak tertolong saat tiba di rumah sakit.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memastikan pelayanan tidak berhenti pada proses evakuasi. “Kami tidak hanya merujuk pasien, tapi juga memastikan pelayanan hingga tuntas. Petugas kami kembali mengantarkan jenazah ke pemakaman sebagai bentuk layanan kemanusiaan,” tegasnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan relawan dalam memastikan akses layanan darurat yang cepat, merata, dan manusiawi. Bagi masyarakat, keberadaan layanan ambulans responsif menjadi kebutuhan vital yang berdampak langsung pada keselamatan jiwa.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru