JEMBER, RadarBangsa.co.id – Peristiwa duka di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSD dr. Soebandi, Senin (20/4/2026), menyisakan pesan penting soal layanan darurat bagi warga. Seorang guru SD, Dahlia (48), warga Jalan Riau, Kecamatan Sumbersari, meninggal dunia setelah sempat dievakuasi oleh tim ambulans PMI Kabupaten Jember.
Di tengah situasi emosional itu, Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung di IGD. Ia menemui tiga petugas PMI—Imron Syafii, Imam Rosidi, dan Wachid Budhisantoso—yang baru saja berjibaku merujuk pasien dalam kondisi kritis.
“Jangan merasa bersalah. Kalian sudah menjalankan tugas kemanusiaan dengan maksimal. Tetap semangat, karena masyarakat sangat membutuhkan peran kalian,” ujar Fawait di hadapan petugas.
Kehadiran kepala daerah ini bukan sekadar empati, tetapi juga penegasan bahwa layanan kegawatdaruratan harus terus diperkuat. Dalam situasi kritis, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi penentu keselamatan warga.
Imron Syafii menjelaskan, timnya telah berupaya menembus kepadatan lalu lintas demi mempercepat rujukan. “Kami sudah berusaha secepat mungkin. Saya ambil jalur kanan agar segera sampai. Di dalam ambulans, rekan kami juga memberikan oksigen,” ungkapnya.
Upaya itu diperkuat oleh penanganan awal selama perjalanan. Namun kondisi pasien yang sudah kritis membuat nyawa Dahlia tak tertolong saat tiba di rumah sakit.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memastikan pelayanan tidak berhenti pada proses evakuasi. “Kami tidak hanya merujuk pasien, tapi juga memastikan pelayanan hingga tuntas. Petugas kami kembali mengantarkan jenazah ke pemakaman sebagai bentuk layanan kemanusiaan,” tegasnya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan relawan dalam memastikan akses layanan darurat yang cepat, merata, dan manusiawi. Bagi masyarakat, keberadaan layanan ambulans responsif menjadi kebutuhan vital yang berdampak langsung pada keselamatan jiwa.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin

















