Dukung Riset BRIN di Desa Bangelan, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Minta Akses Desa Wisata Diperkuat

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr Hj, Lia Istifhama mendukung kolaborasi BRIN dan Brida Jatim dalam pengembangan Desa Wisata Bangelan berbasis riset, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Dr Hj, Lia Istifhama mendukung kolaborasi BRIN dan Brida Jatim dalam pengembangan Desa Wisata Bangelan berbasis riset, Selasa (7/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, menyatakan dukungan terhadap kolaborasi 24 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan atraksi pariwisata di Desa Bangelan. Menurutnya, riset menjadi fondasi penting untuk membangun desa wisata yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Lia pada Selasa (7/7/2026). Ia menilai pengembangan desa wisata tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa melalui penguatan potensi lokal.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, desa wisata memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ketika sebuah desa berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif, berbagai sektor usaha ikut tumbuh dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Ketika desa wisata berkembang, seluruh roda ekonomi ikut bergerak. Lapangan kerja terbuka lebih luas, UMKM tumbuh, dan masyarakat memiliki peluang usaha baru, mulai dari kuliner hingga kerajinan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan baku lokal,” kata Lia.

Ia menegaskan, hasil riset yang dilakukan BRIN bersama Brida Jawa Timur di Desa Bangelan diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis. Penelitian tersebut harus mampu menghasilkan model pengembangan desa wisata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi rujukan bagi daerah lain yang memiliki potensi serupa.

Menurut Lia, keberhasilan pengembangan desa wisata sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara peneliti, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar potensi desa dapat dikembangkan menjadi destinasi yang memiliki daya saing tinggi.

“Saya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat konektivitas menuju desa-desa wisata. Infrastruktur dan akses transportasi menjadi faktor penting agar potensi wisata yang dimiliki desa dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

Lia juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas layanan transportasi publik melalui Bus Trans Jatim yang terhubung dengan kawasan desa wisata. Menurutnya, kemudahan akses akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperluas distribusi kunjungan ke berbagai destinasi yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

“Pemprov Jawa Timur diharapkan dapat memfasilitasi calon wisatawan melalui layanan Bus Trans Jatim dari kawasan bandara menuju destinasi-destinasi desa wisata. Akses transportasi yang mudah akan membuat wisatawan lebih nyaman sekaligus memperluas jangkauan kunjungan ke desa-desa yang memiliki potensi besar,” terangnya.

Ia menilai penguatan aksesibilitas harus berjalan seiring dengan pengembangan produk wisata yang berbasis riset. Dengan demikian, desa wisata tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi melalui pengembangan UMKM, budaya lokal, dan inovasi berbasis potensi daerah.

Lia berharap hasil kolaborasi penelitian BRIN dan Brida Jawa Timur di Desa Bangelan dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis riset yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. Selain memperkuat sektor pariwisata, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengangkat budaya serta kearifan lokal Jawa Timur sebagai identitas yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi model pengembangan desa wisata berbasis riset yang mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal Jawa Timur secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru