Efisiensi Anggaran Disorot, Bupati Pasuruan Bicara Blak-blakan di Halal Bihalal Muhammadiyah

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat menghadiri Halal Bihalal Muhammadiyah di GDM, Sabtu (11/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat menghadiri Halal Bihalal Muhammadiyah di GDM, Sabtu (11/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyinggung persoalan efisiensi anggaran pemerintah pusat saat menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan. Acara tersebut digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum yang dihadiri tokoh Muhammadiyah tingkat daerah hingga provinsi itu, isu pemangkasan dana transfer ke daerah menjadi sorotan. Hal ini dinilai berdampak pada keterbatasan dukungan pemerintah terhadap berbagai program masyarakat.

Kegiatan halal bihalal mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Spirit Berkemajuan, Menyambut Ekosistem Dakwah Digital Yang Mencerahkan”. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Hidayatulloh, Ketua PDM Kabupaten Pasuruan Achmad Samsoni, serta jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang selama ini aktif menjaga kondusivitas masyarakat. Ia menilai peran organisasi keagamaan sangat penting dalam memperkuat kebersamaan dan stabilitas sosial di daerah.

Namun, di sisi lain, ia juga mengakui adanya keterbatasan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan maksimal. Hal itu disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah.

“Saya berterima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini mensupport kami menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pasuruan,” ujar Rusdi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berharap kondisi fiskal ke depan lebih stabil. “Kami memohon maaf bila dukungan belum maksimal. Semoga tahun depan transfer ke daerah sudah normal lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Pasuruan, Achmad Samsoni, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi sesuai perkembangan zaman. “Muhammadiyah akan terus hadir dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Isu efisiensi anggaran menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada program pembangunan daerah. Keterbatasan fiskal berpotensi menghambat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Namun, sinergi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah dinilai tetap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Achmad Samsoni memastikan pihaknya siap mendukung program pemerintah daerah. “PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan siap bersinergi dengan seluruh program Bupati demi percepatan pembangunan,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru