Festival Geopark Banyuwangi Dorong Penguatan Ijen menuju Revalidasi UNESCO 2026

Jumat, 12 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Festival Taman Bumi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana Festival Taman Bumi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya memperkuat pengelolaan kawasan Ijen Geopark memasuki fase strategis. Para pengelola geopark, peneliti, dan pemangku kebijakan dari berbagai daerah berkumpul di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, Kamis (11/12/2025), dalam Festival Taman Bumi (Geopark). Pertemuan ini menjadi ruang tukar gagasan nasional menjelang revalidasi UNESCO terhadap status Ijen Geopark pada 2026.

Ratusan peserta hadir, mulai dari badan pengelola geopark, mahasiswa, komunitas, hingga perwakilan dari Geopark Raja Ampat di Papua. Sejumlah akademisi yang selama ini meneliti kawasan Ijen juga memaparkan hasil riset terbaru, termasuk tantangan geologi, ekologi, hingga tekanan aktivitas manusia yang berpotensi memengaruhi status geopark dunia itu.

Para peneliti yang hadir antara lain Dr. Purwanto dari Universitas Negeri Malang, Prof. Hari Sulistyowati dari Universitas Jember, dan Eli Jamilah Miharja Ph.D dari Universitas Bakrie. Sementara Dr. Andy Yahya Al Hakim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan pemaparannya secara virtual. Mereka menyoroti kebutuhan penataan ruang yang lebih presisi, mitigasi erosi, serta perlunya edukasi publik berkelanjutan untuk menjaga kawasan vulkanik Ijen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan forum ini menjadi momentum untuk membangun kolaborasi jangka panjang. “Kami berharap festival ini melahirkan inisiatif konkret demi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen. Revalidasi UNESCO pada 2026 bukan hanya soal mempertahankan status, tapi bentuk komitmen menjaga konservasi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ipuk.

Ipuk menegaskan bahwa Banyuwangi telah menjalankan sejumlah program strategis dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi sungai-sungai vulkanik, penguatan konservasi bersama TN Alas Purwo dan Balai Konservasi, hingga perlindungan satwa endemik. Pemerintah daerah juga aktif turun ke sekolah untuk menghidupkan literasi kebumian dan memperkenalkan geopark sebagai bagian dari identitas ruang hidup masyarakat.

Di sisi lain, promosi kawasan juga digarap melalui berbagai event bertaraf regional hingga nasional, seperti Tour de Banyuwangi Ijen dan Ijen Trail Run. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat nyata dari keberadaan UNESCO Global Geopark. Ijen harus hadir di tengah kehidupan warga, membuka peluang ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga alam,” tambahnya.

Ipuk juga menekankan bahwa pengembangan Ijen Geopark dilakukan bersama Kabupaten Bondowoso. “Kita tidak lagi mempersoalkan batas administratif. Yang terpenting adalah menjaga kelestarian Ijen dan memastikan masyarakat dua daerah mendapatkan manfaatnya,” katanya.

Upaya Banyuwangi itu mendapat apresiasi dari Badan Pengelola Raja Ampat UNESCO Global Geopark. Ana Rohma Septiana menilai edukasi publik menjadi kekuatan utama Ijen. “Program edukasi ke sekolah dan masyarakat adalah praktik baik yang kami adopsi di Raja Ampat,” ujarnya.

Festival Taman Bumi juga menampilkan sesi diskusi, program pengembangan kapasitas pemuda, serta pameran perguruan tinggi Banyuwangi terkait kontribusi akademik bagi penguatan Geopark Ijen.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru