Gapoktan Mitra Sejati Kota Batu Catat Lonjakan Pre Order PELNI

Kamis, 25 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ahmad Zaini ,Ketua Gapungan Kelompok Tani Mitra Sejati Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Foto : Ahmad Zaini ,Ketua Gapungan Kelompok Tani Mitra Sejati Kecamatan Bumiaji Kota Batu

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Sejati, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mencatat capaian positif setelah berhasil menjalin kontrak kerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Kerja sama yang dimulai pada awal 2025 itu membawa produk pertanian anggota Gapoktan menembus pasar lebih luas, bahkan hingga ranah global.

Ketua Gapoktan Mitra Sejati, Achmad Zaini, mengungkapkan sejak Januari hingga September 2025 pihaknya telah menerima 30 pre order (PO) dari PT PELNI. Setiap PO berisi permintaan 40 hingga 50 jenis sayuran dan buah. Nilai transaksi per pesanan mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta.

“Dalam sebulan kami bisa melakukan pengiriman delapan kali ke kapal-kapal yang berada di bawah naungan PT PELNI,” kata Zaini saat ditemui, Rabu (24/9/2025).

Gapoktan Mitra Sejati menaungi 126 petani yang terlibat aktif dalam memenuhi permintaan tersebut. Menurut Zaini, komunikasi intensif dan disiplin menjadi kunci keberhasilan menjaga konsistensi pengiriman.

“Yang terpenting adalah kami terus berkoordinasi dengan anggota agar pesanan dapat terpenuhi sesuai standar. Ini tanggung jawab besar karena PT PELNI sewaktu-waktu bisa meminta tambahan pasokan,” ujarnya.

Selain kuantitas, mutu hasil pertanian juga menjadi perhatian. Anggota Gapoktan rutin mengadakan rapat mingguan untuk memastikan kualitas sayuran, buah, dan rempah-rempah tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting agar produk yang dikirim tidak hanya memenuhi permintaan, tetapi juga memiliki daya saing.

Capaian Gapoktan Mitra Sejati diharapkan dapat memberi inspirasi bagi petani lain di Kota Batu untuk terus berinovasi. Zaini menegaskan, ketergantungan pada komoditas lama harus ditinggalkan agar sektor pertanian dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Petani sekarang dituntut menghadirkan hasil pertanian modern yang sesuai kompetensi dan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, ekonomi petani bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Penulis : wanto

Editor : Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru