SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Upaya memperkenalkan budaya Jawa Tengah kepada generasi muda mendapat dorongan baru melalui Festival Komukino 2025 yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang. Tahun ini, zona khusus Karesidenan Kedu menjadi pusat perhatian karena menghadirkan pendekatan interaktif yang dirancang untuk mendekatkan Gen Z dengan sejarah, kuliner, dan kesenian lokal secara lebih relevan.
Berlangsung pada 18 Desember 2025, zona ini dirancang sebagai ruang belajar budaya yang menyenangkan. Pengunjung tak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga diajak mencoba kuliner khas, permainan tradisional, hingga mengenal sejarah kawasan yang mencakup Magelang, Temanggung, Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo—wilayah yang dikenal sebagai pusat perkembangan dinasti Syailendra serta rumah bagi Candi Borobudur.
Ketua Karesidenan Kedu, Dinda Auralia, menuturkan bahwa timnya sengaja mengemas budaya lokal dengan sentuhan modern agar mudah diterima generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya itu tidak ketinggalan zaman. Ketika dikemas dengan kreatif, budaya justru bisa menjadi ruang eksplorasi yang menarik bagi Gen Z,” ujar Dinda.
Di zona kuliner, kreasi makanan tradisional tampil dalam format baru. Sego Megono khas Wonosobo dijual Rp12.000, sementara kopi robusta dari Kebumen diolah menjadi Espresso Pouch seharga Rp9.000 dan Classic Coffeemilk Pouch Rp13.000. Menurut Dinda, inovasi tampilan dan kemasan menjadi salah satu strategi untuk menarik minat anak muda.
Selain kuliner, zona ini menyediakan booth interaktif yang dilengkapi host internal untuk menyampaikan fakta-fakta sejarah Kedu. Booth tersebut mengusung konsep magelangan dengan ikon Candi Borobudur sebagai visual utama. Pengunjung dapat mencoba permainan lokal seperti Lempar Cincin Borobudur dan Egrang Batok Kelapa. “Kami ingin menciptakan suasana ayem sesuai tema Komukino 2025: Jateng Ayem,” kata Dinda.
Atraksi yang paling dinantikan adalah Tari Warok Kebo Giro dari Temanggung, dipersembahkan Sanggar Turonggo Putro Birowo, Kendal. Selain itu, Karesidenan Kedu berkolaborasi dengan Karesidenan Surakarta menggelar Pop Java Fest, kompetisi menyanyi bergenre pop-jawa dengan hadiah uang tunai.
Karesidenan Kedu juga menampilkan sisi budaya yang jarang disorot. Tradisi Menikah Tembakau di Magelang—yang menggunakan daun tembakau sebagai simbol janji suci—menjadi salah satu edukasi budaya yang menarik perhatian. Pengunjung juga diperkenalkan pada Ayam Kedu atau Ayam Cemani yang memiliki nilai budaya tinggi, serta sejarah Museum Diponegoro, lokasi penting penyanderaan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock pada 1830.
“Kami berharap Gen Z bisa memahami bahwa budaya bukan sekadar tradisi lama, tetapi identitas yang harus dirawat. Teknologi bisa menjadi alat penting untuk melestarikan dan mempromosikan kearifan lokal,” tegas Dinda.
Wakil Ketua Karesidenan Kedu, Rifqi Aswin, menambahkan bahwa persiapan digarap sejak Oktober dengan keterlibatan 37 mahasiswa. Zona Kedu menargetkan sedikitnya 100 pengunjung. “Tantangan terbesar adalah waktu. Event berkualitas butuh perencanaan matang. Namun kerja sama tim membuat semuanya berjalan baik,” katanya.
Aswin berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa budaya Kedu menyimpan potensi besar untuk diperkenalkan ke publik. “Kultur kita penuh cerita menarik. Tinggal bagaimana kita mengemasnya agar bisa diterima generasi hari ini,” ujarnya.
Festival Komukino 2025 berlangsung di Gedung Utama Auditorium dan Gedung Muladi Universitas Semarang mulai pukul 09.00 WIB. Zona Karesidenan Kedu dibuka gratis untuk umum dengan berbagai permainan yang menawarkan hadiah menarik.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan Pop Java Fest dapat diakses melalui Instagram @karesidenankedu25 dan @popjavafest.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Rina
Editor : Zainul Arifin








