Gubernur Jawa Timur Khofifah Silaturahmi ke Jombang Jelang Lebaran, Sowan Kiai Tebuireng dan Tambakberas

Kamis, 19 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat silaturahmi di Tebuireng, Rabu (18/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat silaturahmi di Tebuireng, Rabu (18/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama di Kabupaten Jombang, Rabu (18/3/2026), menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan pemerintah dengan kalangan pesantren.

Dalam agenda tersebut, Khofifah mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Tambakberas, sekaligus bersilaturahmi dengan para pengasuh dan tokoh agama setempat.

Di Tebuireng, Khofifah bertemu dengan KH Abdul Hakim Mahfudz serta Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Ia menyampaikan bahwa tradisi sowan menjelang Lebaran memiliki makna penting, baik secara spiritual maupun sosial.

Selain bersilaturahmi, Khofifah bersama Gus Kikin juga melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari, serta Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, di kompleks Tebuireng. Ziarah dilakukan dengan doa, tahlil, dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin terus menjaga kedekatan dengan para guru sekaligus memohon doa agar Jawa Timur tetap diberi ketenteraman dan keberkahan,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, tradisi sowan merupakan bagian dari budaya pesantren yang sarat nilai kebersamaan. “Ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga jalan mencari keberkahan,” katanya.

Menurut Khofifah, momentum Idul Fitri menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat persaudaraan dan membangun karakter generasi muda. Ia menekankan pentingnya keteladanan dalam membentuk akhlak di tengah perkembangan zaman.

Khofifah juga menilai sosok Gus Dur meninggalkan warisan nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan yang relevan hingga kini. Nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga harmoni masyarakat yang majemuk.

“Kunjungan ini mengingatkan kita pada keteladanan Gus Dur dalam menjaga keberagaman dan persatuan. Nilai-nilai itu harus terus dijaga dan diteruskan,” ujar Khofifah, menutup rangkaian kegiatan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru