Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Perdana Tebu di Kediri, Jatim Targetkan Swasembada Gula Nasional 2026

Sabtu, 23 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin tanam perdana tebu dalam program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026). Program ini menjadi bagian dari langkah besar Jawa Timur memperkuat posisi sebagai tulang punggung industri gula nasional sekaligus mengejar target swasembada gula konsumsi tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar serentak di 11 kabupaten dengan 15 titik tanam tebu. Kabupaten Kediri dipilih sebagai pusat kegiatan lantaran memiliki luasan area tebu terbesar di Jawa Timur. Dalam agenda itu, Khofifah didampingi Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, serta jajaran perangkat daerah dan kepala daerah sentra tebu lainnya secara daring.

“Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 kabupaten di 15 titik tanam. Yang paling luas ada di Kabupaten Kediri, maka dipusatkan di Desa Ngletih bersama Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya,” ujar Khofifah.

Menurutnya, program bongkar ratoon tidak sekadar menanam ulang tebu, tetapi juga menjadi strategi meningkatkan produktivitas lahan dan memperluas area tanam guna mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula.

Secara nasional, Kementerian Pertanian RI menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026. Dari total tersebut, Jawa Timur mendapat porsi terbesar mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Khofifah menegaskan besarnya target itu menunjukkan Jawa Timur dipercaya sebagai garda terdepan penguatan industri gula nasional. Saat ini, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional.
Data Pemprov Jatim mencatat produksi gula kristal putih Jawa Timur pada 2025 mencapai 1.343.995 ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Target tahun ini adalah swasembada gula konsumsi. Tahun depan diharapkan bisa swasembada gula konsumsi sekaligus gula industri,” katanya.

Namun, Khofifah juga menyoroti persoalan serius yang selama ini membayangi petani tebu, terutama pasca panen dan proses distribusi gula. Ia mengungkapkan, banyak petani tidak memperoleh kepastian harga karena pasar domestik sempat dibanjiri gula rafinasi impor.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat gula petani sulit terserap pasar secara optimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Kalau gula rafinasi merembes ke pasar konsumsi, itu sangat mengganggu gula petani tebu. Karena itu target swasembada gula harus satu paket, mulai dari tanam sampai kepastian pasar,” tegasnya.

Khofifah menyebut pemerintah pusat kini mulai memperketat impor gula rafinasi dan pengelolaannya diserahkan kepada BUMN agar pengawasan lebih mudah dilakukan.

Ia menilai langkah itu penting untuk menjaga stabilitas harga gula petani sekaligus memperkuat ekosistem industri gula nasional dari hulu hingga hilir.

Selain memperluas lahan tanam, Pemprov Jatim juga menyiapkan berbagai dukungan bagi petani tebu. Mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan sistem irigasi, hingga mitigasi perubahan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani berupa dua pompa air untuk komoditas tebu, satu paket alat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, rice transplanter, handtractor rotary, dan cultivator.

“Kita menghadapi tantangan besar seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga persaingan global. Karena itu kunci keberhasilan ada pada inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional. Saat ini, Kediri memiliki sekitar 25 ribu hektare lahan tebu yang ditopang tiga pabrik gula besar.

Sementara itu, Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil mengapresiasi kinerja Jawa Timur yang dinilai konsisten menjadi motor penggerak sektor perkebunan nasional.

“Kinerja Jawa Timur sangat keren. Produktivitasnya tinggi, baik untuk gula, beras maupun jagung. Kediri punya prestasi besar dan harus terus didorong untuk mewujudkan swasembada gula,” kata Ali Jamil.

Direktur Utama SGN Mahmudi menambahkan program bongkar ratoon menjadi langkah konkret meningkatkan produksi gula nasional secara berkelanjutan.

“Ini adalah ikhtiar bersama agar target swasembada gula 2026 bisa tercapai,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan produksi gula nasional, tetapi juga mampu mendongkrak kesejahteraan petani tebu serta memperkuat ekonomi masyarakat di daerah sentra perkebunan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru