MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan enam fasilitas baru dan hasil rehabilitasi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Khofifah memberikan penghargaan kepada 10 siswa-siswi yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional.
Enam fasilitas yang diresmikan meliputi UKS Pulau Gili Labak, Rumah Belajar Gunung Semeru, Rumah Belajar Gunung Arjuno, Monumen Kapal Samudra Pratama, rehabilitasi Ruang Makan Masalembu, serta rehabilitasi Masjid At-Tarbiyah.
Khofifah mengatakan pengembangan fasilitas pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Setiap fasilitas, menurutnya, harus menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mampu mendukung perkembangan karakter, integritas, kepemimpinan, dan potensi peserta didik.
“Hari ini kita menyaksikan proses peresmian enam fasilitas. Mudah-mudahan ruang belajar ini juga menjadi ruang interaksi yang bisa menguatkan harapan tercapainya cita-cita mereka, ruang tumbuh kembang mereka, pembangunan karakter mereka, dan tentu integritas sebagai warga bangsa,” ujarnya.
Menurut Khofifah, kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis juga menuntut generasi muda memiliki kompetensi dan keterampilan yang semakin spesifik. Karena itu, sekolah perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi sesuai bidang yang ingin mereka tekuni.
“Diversifikasi profesi itu makin hari makin dibutuhkan. Sehingga yang hadir memimpin sektor-sektor tertentu itu memang mereka yang memiliki skill dan spesifikasi serta konsen dan memiliki passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu,” katanya.
Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan ketarunaan dengan karakteristik yang berbeda. Selain SMAN Taruna Nala di Malang yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, terdapat Taruna Madani di Pasuruan dengan pembinaan TNI Angkatan Darat dan Taruna Brawijaya di Kediri.
Pengembangan sekolah ketarunaan juga dilakukan melalui Taruna Angkasa di Madiun, Taruna Bhayangkara di Genteng, Banyuwangi, serta Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.
Khusus di SMAN Taruna Nala, Khofifah mendorong penguatan pendidikan ketarunaan berjalan bersama peningkatan wawasan kemaritiman dan kenusantaraan. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter Indonesia sebagai negara kepulauan penting ditanamkan kepada generasi muda.
“Pengenalan terhadap kesamuderaan dan kemaritiman itu sesuatu yang wajib dikenalkan. Indonesia adalah archipelago state. Laut-laut di Indonesia bukan pemisah, laut di Indonesia adalah pemersatu karena Indonesia adalah negara kepulauan,” tegasnya.
Ia berharap para taruna dan taruni tidak hanya memiliki kemampuan akademik serta kedisiplinan, tetapi juga memahami potensi besar kemaritiman Indonesia. Wawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap posisi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Enam fasilitas yang diresmikan juga diarahkan untuk mendukung berbagai aspek pendidikan. Rumah Belajar Gunung Semeru dan Rumah Belajar Gunung Arjuno menjadi ruang yang diharapkan dapat mendorong budaya belajar, kreativitas, inovasi, dan interaksi peserta didik.
UKS Pulau Gili Labak diarahkan untuk memperkuat kesadaran hidup sehat. Ruang Makan Masalembu diharapkan menjadi ruang pembelajaran kedisiplinan, tata krama, kebersamaan, dan jiwa korsa.
Monumen Kapal Samudra Pratama menjadi simbol semangat kemaritiman, keberanian, dan ketangguhan. Adapun Masjid At-Tarbiyah diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat keimanan dan akhlak para taruna serta taruni.
“Pendidikan yang unggul harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kekuatan spiritual. Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik,” kata Khofifah.
Dalam agenda tersebut, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 siswa-siswi SMAN Taruna Nala yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar para siswa terus meningkatkan capaian di berbagai bidang.
“Prestasi adalah buah dari proses panjang. Saya berharap capaian yang telah diraih menjadi inspirasi bagi seluruh taruna dan taruni untuk terus berusaha, berdisiplin, dan memberikan yang terbaik bagi sekolah, Jawa Timur, dan Indonesia,” tuturnya.
Khofifah juga memberikan perhatian kepada siswa dari keluarga afirmasi. Sebanyak 30 murid dari jenjang SMA, SMK, dan SLB menerima beasiswa pendidikan masing-masing sebesar Rp1 juta serta sepatu sekolah.
Para penerima berasal dari Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Masing-masing daerah mendapatkan kuota 10 penerima.
Khofifah menegaskan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan mengejar masa depan.
“Jangan sampai keterbatasan kondisi keluarga menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Apresiasi juga diberikan kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah melalui santunan dan sembako. Khofifah menilai keberadaan mereka menjadi bagian dari ekosistem pendidikan karena turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan aman.
“Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.
Khofifah turut mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan TNI Angkatan Laut dalam pengembangan SMAN Taruna Nala. Kolaborasi tersebut dinilai mendukung pendidikan yang memadukan aspek akademik dengan kedisiplinan, kepemimpinan, karakter, serta wawasan kemaritiman.
Ia meminta seluruh fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi dimanfaatkan secara optimal serta dirawat bersama. Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepada para taruna dan taruni, Khofifah berpesan agar kesempatan belajar di SMAN Taruna Nala digunakan untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Hormati guru, pelatih, pengasuh, dan orang tua. Bangun disiplin, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri,” pesannya.
Khofifah berharap SMAN Taruna Nala terus berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan ketarunaan di Jawa Timur. “Para lulusannya diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, berprestasi, serta mempunyai wawasan kemaritiman dan kenusantaraan,”harapnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar