MATARAM, RadarBangsa.co.id – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menggelar Edukasi Kesehatan Anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya para orang tua dalam menangani demam pada anak secara tepat.
Edukasi kesehatan tersebut terselenggara atas dukungan Pocari Sweat dan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Program ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga promotif dan preventif.
Dua dokter spesialis anak RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, yakni dr. Eriska Ayu Wirindri, Sp.A dan dr. Irizki Tisna Setowati, Sp.A, hadir sebagai narasumber. Keduanya menekankan pentingnya penanganan demam secara tepat, termasuk mengenali tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis segera.
Selain membahas tata laksana demam, para narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh anak selama masa sakit. Asupan cairan yang memadai dinilai berperan penting dalam mencegah dehidrasi serta mendukung proses pemulihan kondisi anak.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan orang tua dan keluarga pasien. Peserta diberikan kesempatan berdialog langsung dengan dokter spesialis anak terkait berbagai persoalan kesehatan yang kerap dialami anak sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam melakukan penanganan awal secara benar di rumah.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan anak sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.
“Kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 sekaligus sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya para orang tua dalam menangani demam pada anak secara tepat. Melalui edukasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang benar mengenai penanganan awal demam, tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta pentingnya menjaga kecukupan cairan selama anak sakit,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari pelayanan rumah sakit karena dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat sejak dini saat anak mengalami gangguan kesehatan. Pemahaman yang baik diharapkan membuat orang tua lebih siap dalam memberikan penanganan awal sekaligus mengetahui kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bingkisan kepada pasien anak yang menjalani perawatan maupun pelayanan di Poli Anak, Poli Bedah Anak, Poli Tumbuh Kembang, Graha Mataram, serta ruang perawatan IRNA 3A. Pemberian bingkisan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kesehatan anak, tidak hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui program promotif dan preventif yang berkelanjutan. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh sehat, tangguh, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar