Harris Arthur Hedar Pimpin IADIH, Jayabaya Ukir Sejarah

Sabtu, 20 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum IADIH Jayabaya Unggul, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, resmi dikukuhkan dalam deklarasi di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (19/9/2025). (RadarBangsa.co.id/Ho SMSI Pusat)

Ketua Umum IADIH Jayabaya Unggul, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, resmi dikukuhkan dalam deklarasi di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (19/9/2025). (RadarBangsa.co.id/Ho SMSI Pusat)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH) Universitas Jayabaya resmi terbentuk dalam sebuah deklarasi yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Organisasi yang diberi nama IADIH “Jayabaya Unggul” ini lahir sebagai wadah pemersatu lebih dari 500 doktor hukum lulusan Universitas Jayabaya, sekaligus menjadi ruang strategis bagi kontribusi pemikiran hukum di Indonesia.

Deklarasi ini menandai babak baru peran alumni Jayabaya di ranah hukum nasional. Sebanyak 350 doktor hadir langsung dalam acara tersebut, mewakili kalangan akademisi, praktisi hukum, birokrat, politisi, hingga profesional swasta. Momentum ini semakin istimewa karena Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., dikukuhkan sebagai Ketua Umum pertama IADIH.
Kehadiran tokoh lintas sektor memberi warna tersendiri dalam peresmian IADIH. Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, turut hadir sebagai tamu VVIP dan menyampaikan apresiasi atas lahirnya wadah alumni ini. Menurutnya, IADIH berpotensi menjadi motor penting dalam penguatan wacana hukum di era digital.

“Saya melihat IADIH bukan sekadar organisasi alumni, tetapi juga pusat gagasan hukum yang bisa bersinergi dengan media dan masyarakat luas,” kata Firdaus.

Dukungan juga datang dari internal kampus. Ketua Yayasan Jayabaya bersama Rektor Universitas Jayabaya menegaskan bahwa pihaknya siap menopang penuh aktivitas IADIH. Kehadiran organisasi ini dianggap sebagai bukti nyata kiprah para alumni dalam memberi sumbangsih bagi bangsa.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum, Harris Arthur Hedar menekankan pentingnya menjadikan IADIH sebagai laboratorium gagasan. Ia menegaskan bahwa organisasi ini tidak boleh berhenti pada silaturahmi, melainkan harus mampu menawarkan solusi konkret atas tantangan hukum di Indonesia.

“IADIH Jayabaya Unggul harus hadir bukan sekadar forum pertemuan, tetapi juga wadah pemikiran progresif dan inklusif. Kita ingin memberikan kontribusi nyata bagi sistem hukum yang lebih adil dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya di hadapan ratusan alumni.

Pembentukan IADIH “Jayabaya Unggul” dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring alumni sekaligus memposisikan Universitas Jayabaya sebagai salah satu pusat kajian hukum terkemuka. Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan, penelitian kolaboratif, hingga advokasi publik yang berdampak langsung.

Dengan basis lebih dari 500 doktor hukum, IADIH diyakini bisa menjadi salah satu pilar pemikiran hukum nasional. “Sinergi ini akan memperkuat kontribusi kita dalam membangun sistem hukum yang modern dan berkeadilan sosial,” tegas Harris.

Deklarasi IADIH pun ditutup dengan optimisme tinggi dari para peserta. Seperti disampaikan salah satu alumni, organisasi ini lahir bukan hanya untuk mempererat ikatan, tetapi juga untuk meneguhkan peran doktor hukum Jayabaya di kancah nasional. “Inilah saatnya alumni Jayabaya bersatu, bukan hanya bicara hukum, tetapi menuliskan sejarah baru bagi bangsa,” pungkas Harris.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru