Jan Hwa Diana Jadi Tersangka, Begini Kronologi Nekat Menggelapkan 108 Ijazah Karyawan UD Sentoso Seal

Jumat, 23 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jan Hwa Diana, Bos UD Sentoso Seal, tersangka kasus penggelapan 108 ijazah karyawan (IST)

Jan Hwa Diana, Bos UD Sentoso Seal, tersangka kasus penggelapan 108 ijazah karyawan (IST)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur resmi menetapkan Jan Hwa Diana, pemilik usaha dagang UD Sentoso Seal, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan lebih dari 100 ijazah milik mantan karyawannya.

Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap 23 orang saksi.

“Penyidik telah memeriksa sebanyak 23 saksi dan melakukan penggeledahan di rumah serta gudang milik Jan Hwa Diana. Dari hasil penggeledahan, kami menemukan satu lembar ijazah milik mantan karyawan,” ungkap Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim, AKBP Suryono, Kamis (22/5/2025) malam.

Mantan Kapolres Tuban tersebut menyampaikan, kasus ini berawal dari laporan polisi bernomor LP/B/542/IV/2025/SPKT/Polda Jatim tertanggal 22 April 2025.

Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang warga bernama Sasmita, yang mengaku menjadi korban penahanan ijazah oleh pihak perusahaan.

“Setelah laporan diterima, penyidik Polda Jatim langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Terlapor JD juga telah dibon dari Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan tambahan yang diperlukan dalam proses penyidikan,” jelas Suryono.

Dalam proses tersebut, Jan Hwa Diana disebut telah menyerahkan sebanyak 108 ijazah yang sebelumnya berada dalam penguasaannya.

Penyidik kemudian menggelar perkara dan menetapkan JD sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan.

“Setelah dilakukan gelar perkara, kasus ini naik ke tahap penyidikan dan JD resmi kami tetapkan sebagai tersangka,” beber Suryono.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap JD di Mapolda Jatim guna mendalami kemungkinan adanya korban lainnya serta latar belakang penahanan dokumen pendidikan tersebut.

“Pemeriksaan masih berlanjut, termasuk terhadap saksi-saksi tambahan. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut bila ada temuan baru,” ujarnya.

Untuk sementara, tersangka JD masih ditahan di rumah tahanan Polrestabes Surabaya. Ia dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru