JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah dalam rangka program Safari Ramadan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sumberjeruk itu menjadi upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan yang mulai terasa di sejumlah pasar tradisional.
Kepala Desa Sumberjeruk, Totok Sugianto, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi kegiatan pasar murah. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah secara langsung menjadi dukungan nyata bagi masyarakat desa.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat Sumberjeruk sangat luar biasa. Ini menjadi sejarah bagi desa kami karena kegiatan seperti ini sangat membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Totok.
Menurut Totok, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap pasar murah seperti ini tidak hanya sekali saja. Jika bisa dilakukan secara berkala, tentu sangat membantu warga, terutama menjelang hari besar keagamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bahan Pokok Penting Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Jember, Lilik Makhfiah, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan langkah preventif pemerintah daerah untuk mengendalikan harga pangan.
Menurutnya, sejumlah komoditas seperti cabai rawit sempat mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen petani.
“Pasar murah ini kami hadirkan sebagai upaya menjaga stabilitas harga. Kami menyediakan beras SPHP, gula, minyak goreng, bawang merah, hingga cabai dengan harga di bawah harga pasar,” jelas Lilik.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut masyarakat tidak diwajibkan menggunakan KTP saat membeli. Namun demikian, pembelian tetap dibatasi agar distribusi bahan pokok dapat merata.
“Pembelian memang tidak menggunakan syarat KTP, tetapi kami tetap menerapkan pembatasan jumlah pembelian. Tujuannya agar stok yang tersedia bisa dinikmati lebih banyak warga,” terangnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, momentum pasar murah ini juga dimanfaatkan pemerintah desa untuk menyampaikan aspirasi pelaku usaha lokal. Kepala Desa Sumberjeruk berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar bagi pelaku UMKM desa.
“UMKM di desa kami sebenarnya sudah berjalan, namun masih membutuhkan pembinaan dan dukungan tambahan agar produksinya bisa lebih stabil dan berkembang,” kata Totok.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan rangkaian Safari Ramadan dan pasar murah akan terus digelar di sejumlah kecamatan lain. Program ini diharapkan mampu menjaga inflasi daerah tetap terkendali hingga menjelang Idul Fitri.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar