JEMBER, RadarBangsa.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember bersama Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan, termasuk CV Lisa Jaya Mandiri (Air Mineral Ampo) di Sukorambi, Senin (2/3/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut pembentukan Satgas Posko Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 dan bertujuan memastikan seluruh pemberi kerja memenuhi kewajiban pembayaran hak keagamaan bagi pekerja menjelang Idul Fitri.
Sidak yang melibatkan Kabid Hubungan Industrial Disnaker Jember, Drs. Joko Sutriswanto, M.Si, bersama anggota Komisi D DPRD Jember Sunarsi Khoris, Suciati, dan Wahyu Prayudi Nugroho—dilakukan dengan dialog langsung ke manajemen perusahaan. Fokus utama inspeksi adalah kesiapan finansial perusahaan dalam menyalurkan THR kepada seluruh karyawan tanpa kendala.
Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunarsi Khoris, menyatakan apresiasinya terhadap keterbukaan pihak manajemen PT Ampo. Berdasarkan hasil monitoring, perusahaan ini termasuk yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. “Kami melakukan monitoring dan evaluasi, dan melihat manajemen Ampo benar-benar mensejahterakan pekerjanya. Dari sekitar 250 karyawan, semuanya sudah siap menerima THR tanpa hambatan teknis maupun finansial,” ujar Sunarsi.
Kepala Disnaker Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si, menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang hari raya. Pihaknya terus memantau perusahaan-perusahaan besar agar potensi sengketa ketenagakerjaan dapat diminimalisir. “Kami mendatangi Mitratani dan Ampo untuk memastikan kesehatan perusahaan. Alhamdulillah, keduanya sudah memberikan kepastian bahwa THR akan dibayarkan sesuai regulasi. Ini adalah tren positif yang harus dipertahankan,” jelas Hadi Mulyono.
Dari sisi manajemen, Direktur PT Lisa Mandiri Food (Ampo), Wasil Fadlah, menegaskan bahwa perusahaan tidak menunggu hingga menit terakhir untuk menyiapkan dana THR. Anggaran telah disisihkan sejak 11 bulan lalu, sehingga pembayaran bisa dilakukan tepat waktu tanpa terganggu fluktuasi operasional. “Rencananya, sekitar tanggal 7 atau 8 Maret ini, 250 karyawan kami sudah menerima hak mereka,” kata Wasil Fadlah.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar