PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan pencari kerja memadati Lapangan Plumbon, Pandaan, dalam gelaran Job Fair Kabupaten Pasuruan 2025 yang berlangsung hingga Kamis (25/9/2025). Ajang bursa kerja terbesar di wilayah tersebut menyedot perhatian generasi muda, terutama kalangan Gen Z yang berharap bisa segera mengawali kariernya.
Job Fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan ini menghadirkan 41 stan perusahaan dengan total 5.175 lowongan kerja, baik untuk penempatan dalam negeri maupun luar negeri. Antusiasme terlihat sejak pintu masuk dibuka, ketika para pelamar langsung mengantre memasukkan berkas lamaran ke perusahaan incaran.
Salah satu pencari kerja, Dewa asal Kalianyar, Bangil, mengaku optimistis dengan peluang yang ditawarkan. Ia bahkan mengunjungi sekitar 15 stan untuk mengajukan lamaran.
“Alhamdulillah saya sudah apply ke beberapa perusahaan. Saya sadar lulusan baru tanpa pengalaman agak susah cari kerja, jadi saya manfaatkan kesempatan ini untuk mencoba peruntungan,” katanya.
Dewa yang masih kuliah di kelas karyawan menilai pengalaman kerja sangat penting untuk mengembangkan diri. Meski begitu, ia tetap realistis dengan berbagai kemungkinan.
“Kalau ada perusahaan yang mau menerima mahasiswa tentu lebih baik. Tapi kalau harus menunda kuliah, saya siap. Yang penting ada pengalaman dulu, biar bisa lebih produktif,” ujarnya dengan senyum optimis.
Job Fair ini tak hanya menyasar pencari kerja umum, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas. PT Jatim Autocomp Indonesia (JAI) menjadi salah satu perusahaan yang menyediakan lowongan inklusif. Hal ini diapresiasi Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, yang hadir membuka acara secara resmi pada Rabu (24/9/2025).
“Harapan kami ke depan semakin banyak perusahaan yang memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas. Itu penting demi kesetaraan hak dan peningkatan kualitas hidup melalui kemandirian finansial,” ucap Yudha.
Ia menegaskan, salah satu prioritas Pemkab Pasuruan adalah memperluas lapangan kerja baru dengan mengutamakan tenaga kerja lokal. Menurutnya, Job Fair menjadi strategi akselerasi untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sehingga mempercepat penyerapan tenaga kerja yang berdaya saing.
“Job Fair adalah upaya konkret pemerintah membuka peluang kerja bagi warga Pasuruan, baik di sektor formal maupun informal,” jelasnya, didampingi Kepala Disnaker, Herru Farianto.
Selain menghadirkan ribuan lowongan, pemerintah daerah juga meluncurkan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Program yang berlaku mulai Juli hingga Desember 2025 ini mengalokasikan dana Rp3 miliar untuk melindungi 28.448 pekerja.
Dengan antusiasme yang tinggi sejak hari pertama, Job Fair Pasuruan 2025 diharapkan tak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga momentum penting memperkuat ekosistem tenaga kerja lokal. “Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena masa depan ada di tangan generasi muda yang mau berusaha,” pungkas Yudha.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar