Dinkes Mataram Perketat Pengawasan Makanan Bergizi Gratis Siswa

Jumat, 26 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan memberikan keterangan terkait layanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Dinas Kesehatan memberikan keterangan terkait layanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram terus meningkatkan pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah, untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Program yang menyasar siswa sekolah, ibu hamil, dan balita ini menjadi salah satu strategi pemerintah kota dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah pengawasan yang diterapkan adalah pengambilan sampel makanan secara acak dan berkala untuk diuji di laboratorium. “Upaya ini dilakukan guna memastikan makanan yang dikonsumsi benar-benar aman dan layak konsumsi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, Jumat (26/9/2025). Pengujian ini meliputi pemeriksaan kandungan bakteri hingga bahan berbahaya yang berpotensi menimbulkan keracunan.

Hingga saat ini, hasil pengujian laboratorium menunjukkan kondisi yang menggembirakan. “Alhamdulillah, belum pernah ditemukan bahan pangan MBG yang berpotensi menyebabkan keracunan. Misalnya kandungan bakteri E.coli rata-rata nol,” kata Emirald. Pernyataan ini juga dimaksudkan untuk menepis kekhawatiran masyarakat pasca munculnya kasus keracunan siswa di luar daerah yang terkait program serupa.

Meski pengawasan dilakukan secara ketat, Emirald mengakui ada keterbatasan, terutama terkait jumlah petugas dan waktu, sehingga pengambilan sampel tidak bisa dilakukan secara menyeluruh setiap saat. “Untuk pengawasan, kami menerapkan metode pengambilan sampel acak di berbagai dapur pengelola MBG. Sampai hari ini, di Kota Mataram belum pernah ditemukan kasus keracunan akibat MBG. Semoga kondisi ini terus terjaga,” tambahnya.

Selain memastikan keamanan pangan, pengawasan juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Mataram dalam menjaga kualitas program MBG secara keseluruhan. Program ini dinilai memiliki manfaat besar dalam menekan angka stunting dan menjaga gizi masyarakat. “Program ini memiliki manfaat besar, terutama dalam upaya menekan angka stunting serta mencegah munculnya kasus baru di masyarakat,” pungkas Emirald.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru