Juara Nasional, Siswa SMA Amlapura Bikin Bangga Bali

- Redaksi

Minggu, 1 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim siswa SMA Negeri 1 Amlapura merayakan kemenangan setelah meraih juara Lomba Mading Nasional Karma 2025 di IPB University. (Dok foto SMA N1 Amlapura)

Tim siswa SMA Negeri 1 Amlapura merayakan kemenangan setelah meraih juara Lomba Mading Nasional Karma 2025 di IPB University. (Dok foto SMA N1 Amlapura)

KARANGASEM, RadarBangsa.co.id – Semangat dan kreativitas pelajar Bali kembali menorehkan catatan emas di kancah nasional. Kali ini, SMA Negeri 1 Amlapura, Kabupaten Karangasem, berhasil mengukir prestasi membanggakan lewat ajang Lomba Mading Karma 2025 yang diselenggarakan oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) IPB University.

Tidak tanggung-tanggung, tiga tim sekaligus dari sekolah ini sukses merajai podium kejuaraan, memborong gelar Juara I, Juara III, dan Juara Favorit dalam ajang yang berlangsung sejak April hingga akhir Mei 2025.

Puncak pengumuman juara digelar Sabtu (31/5/2025) di Auditorium Sylva Pertamina, Kampus IPB University, Bogor, Jawa Barat. Suasana penuh semangat dan apresiasi tampak mewarnai acara yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Karma 2025—ajang tahunan yang menjadi ruang ekspresi pelajar Hindu se-Indonesia dalam bidang seni, literasi, dan kebudayaan.

Tampil sebagai bintang utama dalam kompetisi ini adalah Tim Jnana Yoga 2521 yang diketuai oleh I Ketut Nararya Nusaridevasya, akrab disapa Raiya. Tim ini berhasil meraih gelar Juara I, mengungguli puluhan peserta lain dari berbagai provinsi.

“Ini di luar dugaan kami. Kami semua masih kelas X dan belum pernah ikut lomba mading sebelumnya. Tapi kami serius sejak awal, dari mulai riset tema, diskusi intens, hingga proses eksekusi. Alhasil, kerja keras kami terbayar,” ungkap Raiya usai pengumuman pemenang.

Selain tim Raiya, SMA Negeri 1 Amlapura juga menempatkan Tim Tika Smansapura sebagai Juara III. Tim ini dipimpin oleh Ni Kadek Mita Ristiani dan dikenal dengan pendekatan visual yang kuat dalam karya mereka. Sementara satu tim lainnya, Jnana Yoga yang dipimpin Satria Gunarsa, meraih gelar Juara Favorit berkat antusiasme publik dan orisinalitas materi yang menonjol.

Ketiga tim tersebut menjadi satu-satunya peserta dari sekolah yang sama yang mampu menembus hingga babak final dan seluruhnya membawa pulang penghargaan.

Lomba Mading Karma 2025 digelar dalam dua tahap. Babak penyisihan dimulai pada 15 April 2025, dengan peserta diminta membuat mading fisik yang dipajang dan dipublikasikan di sekolah masing-masing. Mading dinilai berdasarkan estetika, kekuatan pesan, dan keterlibatan pelajar dalam proses kreatif.

Dari puluhan peserta di seluruh Indonesia, panitia hanya memilih lima tim terbaik untuk melaju ke babak final. Tiga berasal dari SMA Negeri 1 Amlapura, satu dari SMA Negeri 4 Denpasar, dan satu lagi dari SMA Negeri 2 Kuta.

Pada tahap final, peserta ditantang membuat video dokumentasi proses pembuatan mading. Kreativitas, konsep, serta kemampuan menyampaikan pesan menjadi aspek utama penilaian dewan juri.

“Final ini menguji keotentikan dan proses berpikir para siswa, bukan sekadar hasil akhir. Kita bisa melihat bagaimana nilai kolaborasi, riset, dan daya cipta mereka benar-benar hidup dalam karya yang ditampilkan,” terang salah satu juri dari KMHDI.

Yang menarik, seluruh tim dari SMA Negeri 1 Amlapura menyisipkan nilai-nilai lokal dalam konsep mading mereka, mulai dari kearifan budaya Hindu, cerita rakyat Bali, hingga isu lingkungan.

Menurut Gede Aries Pidrawan, guru Bahasa Indonesia yang menjadi pembina ketiga tim tersebut, pendekatan ini dilakukan untuk mendekatkan pesan kepada realitas siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap identitas lokal.

“Mereka menyusun konsep dari nol, melakukan wawancara, menggali isu-isu sekitar, hingga memilih bahan alami sebagai material utama. Ini bukan sekadar mading, tapi sebuah bentuk ekspresi yang hidup dan berdampak,” ujar Gede Aries.

Bahan-bahan yang digunakan pun unik. Mulai dari daun lontar, anyaman bambu, hingga pewarna alami yang diperoleh dari tumbuhan sekitar. Proses pengerjaan yang rumit justru menjadi nilai tambah dalam penilaian akhir.

Kepala SMA Negeri 1 Amlapura, I Ketut Marta Ariana, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih siswa-siswinya. Menurutnya, lomba seperti ini menjadi ruang belajar yang lebih luas dibandingkan ruang kelas.

“Kami selalu dorong siswa untuk aktif mengikuti kompetisi. Menang itu bonus. Yang paling penting adalah proses belajar, membentuk karakter, berpikir kreatif, dan bekerja dalam tim,” kata Ketut Marta Ariana.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah selalu memberi dukungan penuh baik dalam hal pembinaan, fasilitas, maupun keleluasaan waktu bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar akademik.

Dengan kemenangan ini, SMA Negeri 1 Amlapura kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Bumi Lahar, sebutan bagi Karangasem. Tidak hanya unggul dalam akademik, sekolah ini juga terbukti konsisten mencetak prestasi dalam berbagai ajang kompetitif tingkat nasional.

Kiprah tiga tim mading dari sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas pelajar daerah tidak kalah bersaing. Bahkan, dengan pendekatan yang kuat pada nilai budaya dan alam, mereka mampu memberi warna tersendiri di panggung nasional.

Sebuah pesan kuat disampaikan SMA Negeri 1 Amlapura: bahwa dari ujung timur Pulau Dewata, prestasi dapat tumbuh jika diberi ruang, dibina, dan dihargai dengan semangat kolaboratif.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan
SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan
Hardiknas 2026 di SDN Sumberbendo Mantup Lamongan, Fokus Pendidikan Karakter
Kapolsek Tikung Hadiri Hardiknas 2026 di SDN Bakalanpule 2 Lamongan
Tim Korwil Mantup Lamongan Menggila Tembus Final Turnamen Pelajar

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:45 WIB

Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:41 WIB

Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:34 WIB

Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:24 WIB

Hardiknas 2026: Kebijakan Terus Berubah, Arah Pendidikan Dipertanyakan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:15 WIB

SDN Sumberkerep Sapu Bersih Juara Hardiknas 2026 di Mantup Lamongan

Berita Terbaru