Kades Sekoto Minta Pemerintah Perhatikan Kesehatan Warga Sekitar TPA

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Permasalahan kesehatan masyarakat di sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi keprihatinan tersendiri bagi pemerintah desa setempat. Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan KIS (Kartu Indonesia Sehat) kepada warganya.

Kades Sekoto, Suprayitno saat mendampingi Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd bersama Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos meninjau lokasi TPA.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sekoto, Suprayitno, di sela kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Waspadai PTM (Penyakit Tidak Menular) pada diri keluarga yang digelar oleh Poltekkes Kemenkes Malang, bersama Mitra Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd dan Polkesma (Politeknik Kesehatan Negeri Malang), di Balai Desa Sekoto, Minggu, 02 Oktober 2022.

Bacaan Lainnya

Hadiri dalam kegiatan sosialisasi ini di antaranya, Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd, Direktur Polkesma Malang, Budi Susatya, SKP. M.Kes, Kepala Pusat Litmas Polkesma, Sri Winarni, S.Pd., M.Kes, Seksi Analis Kesehatan, drg. Dini Yulia Restutu,M.Kes (Narasumber Dinas Kesehatan Provinsi Jatim), KASI P2PTM, Etik Siti Rahayu, SKM Cahyono (Narasumber Dinkes Kabupaten Kediri), serta Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono, bersama Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos.

Kepala Desa Sekoto, Suprayitno.

Menurut Kades Suprayitno, TPA itu jelas sudah lama ada di Desa Sekoto, namun hingga sekarang tidak begitu ada perhatian khusus kepada warga masyarakat terdampak di sekitar TPA. Dirinya berharap pihak pemerintah daerah maupun pusat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar TPA supaya diprioritaskan, khususnya kaitannya dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Entah itu warga berstatus kaya atau miskin, harapan saya bisa tercover semua. Kurang lebih yang sudah tercover sekitar tiga ratus, sedangkan yang 250-an warga belum mendapat Kartu KIS. Harapan saya segera tercover, supaya bisa dibuat untuk berobat gratis. Karena yang jelas kelihatannya masyarakat sangat keberatan untuk membayar sendiri iuran bulanan BPJS Kesehatan. Supaya bisa ringan beban dari masyarakat, sekali lagi saya mohon perhatiannya untuk pemerintah daerah maupun pusat agar memikirkan nasib masyarakat yang berada di lingkup TPA di Desa Sekoto,” katanya.

Kades Suprayitno juga mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan warganya, karena sebentar lagi direncanakan akan ada perluasan TPA. Sementara warga hanya mendapatkan konpensasi berupa pembagian beras satu tahun sekali, yaitu menjelang lebaran saja, dan jumlahnya satu KK (Kepala Keluarga) cuma 10 Kg.

“TPA Desa Sekoto luasnya juga ditambah, apalagi sekarang pembuangannya juga sangat luar biasa. Entah itu kedepannya nanti dibuat gunung sampah atau gimana, sampai sekarang tidak bisa diproses untuk pengurangan atau bagaimana, malah justru penambahan terus yang saya lihat itu. Saya turut prihatin karena limbah yang masuk ke sungai juga benar-benar mengkhawatirkan,” ulasnya.

Nurhadi, S.Pd, Anggota Komisi IX DPR RI bersama Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos dan Vendid Vicahyoko saat dikonfirmasi awak media

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, S.Pd seusai kegiatan sosialisasi berkenan melihat secara langsung ke TPA dengan didampingi staf ahlinya dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Khusnul Arif, S.Sos.

“Tadi saya sudah berdialog langsung dengan Pak Suprayitno, Kepala Desa Sekoto, beliau menyampaikan aspirasi khususnya lingkungan yang terdampak TPA. Mungkin radius dua sampai tiga ratus meter yang terdampak, tentu mereka menghirup udara yang tidak sehat lagi. Maka dari itu, tadi saya meminta tenaga ahli dari NasDem untuk melakukan audensi dengan Dirjen terkait di Kementerian Lingkungan Hidup, program-program apa yang mungkin bisa diturunkan untuk membantu Desa Sekoto dalam mencegah dan mengantisipasi dampak dari TPA,” jelasnya.

Anggota dewan yang akrab dipanggil Panglima Nurhadi ini juga mengaku mendapatkan aspirasi dari Kepala Desa Sekoto supaya ada kompensasi pelayanan kesehatan yang diberikan gratis oleh pemerintah radius sekian meter dari TPA kepada masyarakat setempat.

“Nah, aspirasi ini sedang saya perjuangkan, dan nanti akan saya sampaikan kepada Kepala BPJS Kesehatan di Kabupaten Kediri, semoga saja harapan warga sekitar TPA tersebut dapat terealisasi, dan semuanya senantiasa hidup sehat wal afiat,” ucap Nurhadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *