KENDAL,RadarBangsa.co.id – Program KAJEKZI (Kader Ojek Gizi) dari Puskesmas Ringinarum, Kabupaten Kendal, berhasil masuk jajaran Top 10 Innovative Development and Entrepreneurship Awards (IDEA) Jawa Tengah 2026.
Program tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan kader masyarakat.
KAJEKZI mengusung tiga pendekatan utama, yakni edukasi gizi, distribusi pemberian makanan tambahan (PMT), serta pendampingan berkelanjutan kepada sasaran.
Melalui keterlibatan kader, bantuan makanan tambahan tidak hanya diberikan kepada masyarakat, tetapi juga dipastikan tepat sasaran dan dipantau secara berkala perkembangan penerimanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi daerah dapat lahir dari persoalan yang dihadapi langsung oleh masyarakat.
“Di tengah kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran, kita dituntut mampu menghadirkan inovasi melalui kolaborasi. Yang terpenting, inovasi tersebut memberikan dampak dan bisa diterapkan lebih luas,” ujar Izzudin kepada RadarBangsa.co.id, Jumat (19/6/2026).
Menurut dia, keberhasilan KAJEKZI menembus Top 10 IDEA Jawa Tengah 2026 menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik di daerah memiliki peluang besar untuk berkembang dan direplikasi di wilayah lain.
Ajang IDEA Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah mengusung tema “Inovasi Menuju Jawa Tengah Berkelanjutan”.
Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk menampilkan sekaligus mereplikasi berbagai praktik terbaik dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Dalam proses seleksi, inovasi asal Kabupaten Kendal harus bersaing dengan ratusan inovasi dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Dari total 142 inovasi yang mengikuti kompetisi, KAJEKZI berhasil masuk dalam daftar 10 besar bersama sejumlah inovasi unggulan dari Kabupaten Blora, Kabupaten Kudus, Kabupaten Wonogiri, dan Kota Semarang.
Kabupaten Kendal mengirimkan enam inovasi, yakni Job Connect Kendal Karir, Tekad Kita Bisa dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Garuda Siap dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Prenatal Gentle Yoga dari Kecamatan Cepiring, serta KAJEKZI dari Puskesmas Ringinarum.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Ulia Huda, menjelaskan bahwa KAJEKZI lahir dari tantangan pelayanan kesehatan di lapangan, khususnya dalam memastikan bantuan makanan tambahan benar-benar diterima oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.
Menurut Ulia, kader kesehatan memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pemberian makanan tambahan tidak berhenti pada proses distribusi, tetapi juga diikuti edukasi dan pendampingan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh penerima,” kata Ulia.
Melalui pendekatan tersebut, KAJEKZI diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu dan anak.
Penulis : Rob
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar