‘Kalau Tak Mampu, Tutup Saja!’ Guru SD di Lamongan Tolak MBG, Video Viral

Sabtu, 6 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penolakan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh guru SD di Kecamatan Sugio, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penolakan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh guru SD di Kecamatan Sugio, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Video penolakan puluhan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, viral di media sosial. Aksi tersebut diduga dipicu kekecewaan pihak sekolah karena pengiriman makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) disebut berulang kali datang terlambat.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) itu memantik perdebatan publik. Sebagian mendukung langkah tegas sekolah sebagai bentuk evaluasi layanan, sementara lainnya menilai penolakan berpotensi membuat makanan terbuang sia-sia.

Rekaman video yang beredar luas melalui akun Facebook Aniez Suzan memperlihatkan seorang guru perempuan berhijab mengenakan seragam dinas berwarna putih. Ia berdiri di depan ruang kelas sambil menunjukkan puluhan ompreng berbahan stainless yang masih terikat rapi.

Di hadapan pengantar makanan, guru tersebut menyampaikan penolakan secara langsung terhadap paket MBG yang baru tiba di sekolah.

“Mohon maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio, kami menolak pengiriman ini karena setiap hari kesiangan, wali murid sudah tidak mau menerima lagi. Mohon untuk jadi bahan evaluasi, terima kasih,” katanya dalam video yang beredar.

Penolakan itu diduga bukan terjadi tanpa alasan. Berdasarkan keterangan yang diunggah akun Aniez Suzan, keterlambatan distribusi makanan disebut telah berlangsung berulang kali hingga memicu keluhan dari sekolah maupun wali murid.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut makanan sering datang setelah jam belajar hampir berakhir, bahkan ketika sebagian siswa sudah pulang ke rumah.

“Sebelumnya maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio karena ini sungguh-sungguh sudah sangat keterlaluan, pengiriman MBG selalu telat bahkan seringkali anak-anak sudah pulang sekolah tapi MBG belum datang,” tulis akun tersebut.

Kondisi itu dinilai bertentangan dengan tujuan utama program MBG yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan makan siang siswa saat jam istirahat sekolah.

“MBG dari pemerintah ini untuk makan siang anak-anak di jam istirahat, bukan jam 11 bahkan pernah jam 1 baru dikirim. Kalau memang kalian tidak mampu silahkan TUTUP saja. Semoga bisa menjadi pelajaran buat SPPG yang lain,” tegasnya.

Viralnya video tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mendukung sikap sekolah karena menganggap keterlambatan distribusi telah mengurangi manfaat program bagi siswa.

“Iya Bu lanjutkan, gak usah diterima biar tutup saja SPPG itu,” tulis akun Asrory Ahmad.

Komentar serupa disampaikan akun Ariezt Prasetyo yang meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.

“Laporkn biar d tindak lanjutti. Sperti yang lainnya TDK memenuhi standar akn d tutup,” tulisnya.

Namun tidak semua pengguna media sosial sepakat dengan langkah penolakan tersebut. Sejumlah warganet menilai makanan yang sudah terlanjur diproduksi seharusnya tetap diterima agar tidak terbuang percuma.

“Harusnya jangan ditolak, kasih peringatan atau tegur SPPG-nya atau lapor ke bagian keamanan biar dibenahi. Itu makan mubazir,” tulis akun Khakim Khakim.

Perdebatan itu menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap pelaksanaan program MBG. Selain kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan siswa sebagai penerima utama.

Hingga berita ini diturunkan, video penolakan paket MBG di Kecamatan Sugio masih ramai diperbincangkan warganet. Peristiwa tersebut menjadi sorotan terkait ketepatan distribusi makanan dalam program MBG agar tujuan pemenuhan gizi siswa dapat berjalan sesuai harapan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Berita Terbaru