LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, SH., memanfaatkan ruang digital untuk memperluas jangkauan komunikasi dengan masyarakat. Pada Sabtu (6/12/2025), ia menggelar siaran langsung melalui platform TikTok sebagai sarana menyapa warga sekaligus membuka dialog mengenai kondisi keamanan lingkungan, pelayanan kepolisian, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di Kecamatan Tikung.
Langkah ini menjadi perhatian publik karena dinilai menghadirkan pola komunikasi baru yang lebih terbuka dan mudah diakses. Selama hampir satu jam siaran, Kapolsek aktif menanggapi beragam pertanyaan warga, mulai dari keluhan tentang balap liar di beberapa titik jalan, permintaan peningkatan patroli malam, hingga proses pelayanan administrasi seperti penerbitan SKCK. Warga juga menyoroti meningkatnya kasus penipuan digital yang menargetkan masyarakat, terutama pengguna gawai dan media sosial.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan polisi, bukan malah sungkan. Media sosial bisa menjadi jembatan agar informasi keamanan lebih cepat diterima,” ujarnya dalam sesi pembuka siaran.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut aparat keamanan untuk beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat, termasuk dalam cara berkomunikasi dan menyampaikan layanan publik. Ia menegaskan bahwa ruang digital bukan hanya tempat berbagi hiburan, tetapi juga sarana untuk edukasi keamanan, peningkatan literasi digital, dan penyampaian imbauan secara real-time. “Kalau warga mudah bertanya, kami juga bisa lebih cepat merespons. Itulah yang kami upayakan,” katanya.
Salah satu topik yang cukup banyak dibahas warganet adalah minimnya penerangan di jalur Tikung–Mantup pada malam hari. Kondisi tersebut dianggap rawan dan berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan. Menanggapi hal itu, Kapolsek memastikan pihaknya telah menambah jadwal patroli, memperluas titik pengawasan, dan berkoordinasi dengan perangkat desa terkait penambahan penerangan jalan. “Kami sudah koordinasi untuk menambah titik pantau. Ini bagian dari komitmen kami menjaga rasa aman,” tegasnya.
Isu penipuan online juga menjadi sorotan. Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap beragam modus penipuan yang terus berkembang. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membagikan data pribadi dan memverifikasi setiap informasi sebelum merespons. “Modusnya semakin beragam. Karena itu warga perlu teliti dan memverifikasi informasi sebelum bertindak,” tambahnya.
Siaran langsung tersebut disambut antusias oleh ratusan pengguna TikTok yang turut bergabung dalam dialog. Banyak warga menilai pendekatan digital ini mempermudah penyampaian keluhan tanpa harus datang langsung ke kantor polisi. Bahkan, sejumlah peserta mengusulkan agar kegiatan serupa digelar secara rutin agar masyarakat memiliki ruang interaksi terbuka dengan aparat.
Menutup siaran, Kapolsek kembali menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal. Ia mengajak warga saling peduli, mengutamakan komunikasi, dan segera melapor jika menemukan situasi mencurigakan. “Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Kami selalu siap mendengar dan membantu,” tutupnya.
Upaya ini menjadi contoh transformasi pelayanan kepolisian yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang lebih luwes dan adaptif, hubungan polisi dan warga diharapkan semakin kuat serta mampu menjawab tantangan keamanan di era digital.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar