Kapolsek Tikung Wanti-Wanti Warga di Lamongan, Selamatkan Remaja dari Nikah Dini dan Narkoba

Sabtu, 18 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo saat menjalankan Program BRUS bagi remaja di Lamongan, Sabtu (18/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo saat menjalankan Program BRUS bagi remaja di Lamongan, Sabtu (18/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Upaya menyelamatkan generasi muda dari berbagai ancaman sosial terus dilakukan di Lamongan. Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo, S.H menjalankan Program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Dini) dengan fokus pencegahan pernikahan dini, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkotika, Sabtu (18/4/2026).

Program ini menjadi penting karena persoalan remaja bukan lagi isu kecil. Pernikahan dini berisiko memicu putus sekolah, masalah ekonomi keluarga, hingga kesehatan ibu dan anak. Sementara kenakalan remaja serta narkoba dapat merusak masa depan generasi produktif.

Melalui BRUS, kepolisian memberikan edukasi langsung agar remaja memahami konsekuensi dari setiap pilihan hidup. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena pencegahan dilakukan sejak usia dini sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo Widodo mengatakan generasi muda harus dibekali pemahaman yang benar agar tidak terjebak pada perilaku berisiko.

“Kami ingin remaja memiliki masa depan yang baik. Karena itu mereka harus dijauhkan dari pernikahan dini, pergaulan negatif, dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Ia menegaskan, remaja yang fokus pada pendidikan dan pengembangan diri akan memiliki peluang hidup lebih baik. Sebaliknya, keputusan terburu-buru dan lingkungan yang salah bisa menimbulkan dampak panjang bagi keluarga maupun masyarakat.

Bagi warga, program seperti ini memberi manfaat nyata. Orang tua mendapat dukungan edukasi dalam mendampingi anak, sekolah terbantu dalam pembinaan karakter, dan lingkungan menjadi lebih aman dari potensi kriminalitas maupun penyalahgunaan zat berbahaya.

Selain penyuluhan, polisi juga mendorong kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Menurutnya, perlindungan generasi muda tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

“Anak-anak kita adalah aset masa depan. Semua pihak harus ikut menjaga dan membimbing mereka agar tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi,” tegasnya.

Program BRUS diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menekan angka pernikahan dini, kenakalan remaja, dan narkoba di wilayah Tikung. Dengan pembinaan sejak awal, generasi muda Lamongan diharapkan tumbuh lebih siap menghadapi masa depan.

“Mencegah jauh lebih baik daripada menyesal di kemudian hari,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru