PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 140 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan dan melakukan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Senin (24/8/2026).
Operasi tersebut dipimpin langsung Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmad, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H. Kebakaran terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning.
Lokasi kebakaran berada di Desa Rantau Baru dengan empat titik koordinat. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih 3 hektare, berupa lahan gambut yang ditumbuhi tanaman kelapa sawit dan semak belukar.
Sebanyak 140 personel gabungan terlibat dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri dari 23 personel Polri, 2 personel TNI, 8 personel BPBD, 25 personel Damkar Kabupaten Pelalawan, 11 personel Fire Fighter PT RAPP, 40 personel RPK PT PMBN, 13 personel RPK PT Agrita Sari Prima, 12 personel RPK Asian Agri Group, dan 6 personel MPA Desa Rantau Baru.
Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thoas B. Siahaan, S.Sos., menyampaikan, seluruh unsur mengoptimalkan personel dan peralatan yang tersedia untuk mempercepat pemadaman.
“Sebanyak 140 personel gabungan kita kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla Desa Rantau Baru. Personel terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar, fire fighter perusahaan, RPK, serta MPA Desa Rantau Baru. Peralatan yang digunakan juga cukup lengkap untuk mendukung proses pemadaman,” ujar Thoas.
Menurutnya, peralatan yang digunakan antara lain mesin mini striker dan max tree beserta puluhan rol selang dari Polsek, BPBD, Damkar, PT RAPP, RPK dan MPA.
“Selain peralatan pemadaman di darat, kita juga mengoptimalkan pemantauan dari udara. Dua unit drone milik PT PMBN dan PT Agrita Sari dikerahkan untuk membantu memantau titik api dari udara,” katanya.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Sumber air sangat minim akibat musim kemarau. Akses menuju titik api juga sulit dilalui, sementara angin kencang dan kepulan asap tebal membuat jarak pandang terbatas.
“Dalam proses pemadaman, tim menghadapi sejumlah kendala. Sumber air sangat minim karena kondisi musim kemarau, kemudian akses jalan menuju titik api juga cukup sulit dilalui. Angin kencang serta kepulan asap yang tebal turut membuat jarak pandang terbatas dan mempersulit proses pemadaman di lapangan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, masih terdapat titik api dan kepulan asap tebal dari sisa-sisa kebakaran. Tim gabungan terus melakukan pendinginan secara intensif untuk mencegah api merambat dan munculnya titik api baru.
“Sampai saat ini masih terdapat titik api dan kepulan asap tebal dari sisa-sisa kebakaran. Karena itu, tim gabungan terus melakukan pendinginan secara intensif. Penyekatan juga dilakukan di sekeliling titik api untuk mencegah api merambat dan munculnya titik api baru,” tegasnya.
Selain pemadaman dan pendinginan, personel juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan serta perusahaan di sekitar lokasi. Polres Pelalawan turut memulai pulbaket dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab.
“Selain fokus pada pemadaman dan pendinginan, kita juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan perusahaan di sekitar lokasi. Pulbaket dan penyelidikan juga mulai dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla ini,” pungkasnya.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar