Kasus Pelecehan Seksual Nonfisik Viral di Semarang, Polisi Amankan Terduga

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Polrestabes Semarang menangani dugaan pelecehan seksual nonfisik yang viral di lingkungan salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang. Kasus ini ramai dibicarakan di media sosial dan memicu berkumpulnya ratusan mahasiswa di kawasan kampus pada Rabu (17/6) malam.

Kasat Reskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, mengatakan laporan awal diterima dari korban terkait dugaan pelecehan yang dilakukan melalui media komunikasi elektronik. Setelah laporan masuk, petugas bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Setelah menerima laporan, tim yang bertugas langsung mendatangi lokasi dan mendapati benar bahwa massa mahasiswa telah berkumpul dalam jumlah besar untuk memantau perkembangan kasus tersebut. Demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan menghindari potensi tindakan yang tidak diinginkan, terduga pelaku kemudian diamankan ke Mako Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Ni Made Srinitri.

Dari penyelidikan awal, dugaan pelecehan bermula dari percakapan pribadi yang memuat pertanyaan bernuansa seksual kepada korban. Merasa tidak nyaman, korban lalu membagikan tangkapan layar percakapan itu ke grup sebagai peringatan kepada perempuan lain, khususnya yang beraktivitas sebagai pengemudi maupun penyedia jasa.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan respons dari sejumlah pihak yang mengaku pernah menerima perlakuan serupa dari terduga pelaku. Situasi itu membuat ratusan mahasiswa mendatangi kawasan kampus untuk memantau perkembangan penanganan perkara.

Petugas kepolisian bersama unsur pengamanan kampus kemudian mengevakuasi terduga pelaku menggunakan kendaraan taktis Raisa Satsamapta Polrestabes Semarang yang dikawal Patwal Satlantas menuju Mapolrestabes Semarang. Setelah proses evakuasi berjalan aman, massa perlahan membubarkan diri.

Kompol Ni Made Srinitri menyebut, hingga kini baru satu korban yang resmi membuat laporan. Namun, penyidik membuka kemungkinan adanya korban lain yang mengalami perlakuan serupa dan belum berani melapor.

“Sampai saat ini ada satu korban yang telah melapor. Namun kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat atau korban lain yang pernah mengalami chat bermuatan seksual maupun pelecehan seksual nonfisik untuk segera melapor ke Polrestabes Semarang agar dapat kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, terduga pelaku diketahui merupakan mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang dan tidak memiliki hubungan pribadi dengan korban. Motif dugaan perbuatan tersebut masih didalami penyidik, termasuk kemungkinan adanya korban lain.

Dalam proses penyidikan awal, polisi menerapkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang mengatur pelecehan seksual nonfisik. “Polrestabes Semarang menegaskan perkara ini akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan, sekaligus memberi ruang perlindungan bagi korban sesuai aturan yang berlaku, “pungkasnya.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru